Breaking News:

Penyebab Ambruknya Gedung Sekolah SD Negeri di Kabupaten Mojokerto, Terkait Konstruksi Bangunan

Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Mojokerto menindaklanjuti terkait peristiwa gedung sekolah ambruk di lingkungan satuan pendidikan SD Negeri.

TribunJatim.com/ M Romadoni
Bangunan SD ambruk di Mojokerto 

Reporter: Mohammad Romadoni I Editor: Pipin Tri Anjani

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Gedung sekolah ambruk di lingkungan satuan pendidikan SD Negeri Mojolebak, Kecamatan Jetis, Kabupaten Mojokerto.

Dinas Pendidikan (Dindik) Kabupaten Mojokerto menindaklanjuti terkait peristiwa gedung sekolah ambruk tersebut.

Penanganan ambruknya gedung sekolah yang merupakan ruangan guru tersebut dilakukan pembersihan puing-puing material bekas reruntuhan dinding tembok dan bagian atap.

Namun jika dirasa membahayakan keamanan peserta didik maka sisa bangunan yang ambruk itu akan dirobohkan sebagai antisipasi lantaran lokasinya berada di dalam lingkungan sekolah.       

Kadindik Kabupaten Mojokerto, Zainul Arifin mengatakan dia menduga penyebab ambruknya gedung sekolah yaitu ruangan guru di Gedung D SDN Mojolebak karena konstruksi bangunan sudah rapuh dan ditambah kondisi cuaca yang seperti ini.

Baca juga: Bangunan Sekolah SDN Mojolebak di Kabupaten Mojokerto Ambruk, Simak Pengakuan Saksi

Baca juga: Terjawab Isu Stefan William-Celine Evangelista Cerai, Istri Minta Doa ke Publik, Kondisi Asli Dikuak

“Memang ruangannya sudah tidak dipakai sejak sekolah dimarger sehingga tidak terawat dan kondisi Gedung D SDN Mojolebak sudah lapuk sehingga roboh,” ungkapnya, Jumat (22/1/2021).

Zainul menyebut gedung sekolah yang ambruk itu adalah bekas ruangan guru SDN Mojolebak 2 yang kini dimanfaatkan sebagai gudang tempat penyimpanan kursi dan merja. Ruangan guru yang roboh itu sudah tidak dipakai semenjak marger SDN 1 Mojolebak dan SDN 2 Mojolebak pada tahun 2012.

“Bangunan roboh dari sekolah marger yaitu SDN Mojolebak 1 dan 2, karena ada kelebihan 3 kelas ruangan itu tidak dipakai dan yang roboh adalah ruang guru bukan kelas,” jelasnya.

Menurut dia, tidak ada korban jiwa dalam kejadian robohnya gedung sekolah SDN Mojolebak pada Kamias (21/1/2021) pukul 11.45 WIB kemarin. Pasalnya, seluruh siswa yakni enam Rombongan Belajar (Rombel) yang berjumlah 152 peserta didik pembelajaran melalui Daring.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved