Breaking News:

Sampah Keluarga Dibuang ke Sungai Disebut Jadi Penyebab Banjir di Pamekasan, Begini Solusi BPPBD

Sampah dari sisa limbah keluarga disebut jadi penyebab banjir di di Kabupaten Pamekasan, Madura. Begini solusi dari BPBD.

TRIBUNMADURA.COM/KUSWANTO FERDIAN
Banjir dari luapan air sungai yang menggenangi sejumlah wilayah di Pamekasan, Madura pada dua pekan lalu. 

Reporter: Kuswanto Fredian | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, PAMEKASAN - Sampah dari sisa limbah keluarga yang dibuang ke sungai, disebut jadi salah satu penyebab banjir luapan sungai di Kabupaten Pamekasan, Madura.

Kalaksa BPBD Pamekasan, Amin Jabir mengatakan, sampah limbah keluarga yang dibuang ke sungai, menjadi sebagian penyebab terjadinya banjir dan luapan air sungai.

Ia mengunkapkan, sekitar 20 persen sampah yang dibuang ke sungai oleh warga, berkontribusi menimbulkan banjir di Pamekasan.

Baca juga: Siap-siap Pendaftaran CPNS 2021 Segera Dibuka Awal Tahun, Ini 5 Instansi dengan Tukin Terbesar

Baca juga: Tanam Peperomia Watermelon di Rumah Bisa Jadi Pengganti Air Purifier, Merawatnya Tidak Perlu Disiram

Saran dia, sampah yang mulai mengkontaminasi di sejumlah titik aliran sungai di Pamekasan, sudah saatnya dibersihkan.

Tujuannya untuk meminimalisir terjadinya banjir susulan, seperti yang terjadi pada dua pekan lalu.

"Yang paling penting, saat ini dibersihkan dahulu banyaknya sampah yang menyangkut di kaki jembatan besi supaya aliran sungai menjadi lancar," kata Amin Jabir kepada TribunJatim.com, Sabtu (23/1/2021).

Baca juga: Avanza Hilang Diparkir di Lahan Kosong Jalan Bibis Karah Surabaya, Pencarian Terkendala Tak Ada CCTV

Baca juga: 10 Pilihan Mobil Bekas Mulai Rp 70 Jutaan, Toyota Avanza hingga Nissan March, Daihatsu Ayla Berapa?

Menurut Kepala Dinas yang akrab disapa Jabir ini, Pemkab Pamekasan harus menata dahulu tupoksi perihal tugas siapa yang akan membersihkan tumpukan sampah yang banyak menyangkut di jembatan besi tersebut.

Bila sudah jelas tupoksinya, maka kata dia, langkah selanjutnya, segera mungkin melakukan pembersihan dan pengecekan secara berkala.

"Ini harus jelas tupoksinya apakah tugas BPBD yang harus membersihkan, atau PUPR. Sehingga nantinya sampah yang menyangkut di kaki jembatan besi tidak dibiarkan begitu saja," sarannya.

Pesan Jabir, misal nantinya dalam tugas pembersihan sampah yang menyangkut di jembatan besi itu diberikan kepada pihaknya, maka segera mungkin BPBD Pamekasan akan melapor ke Bupati Baddrut Tamam untuk merekrut pekerja harian lepas (PHL) yang akan bertugas dalam setiap hari mengontrol dan membersihkan sampah yang menyangkut di kaki seribu jembatan besi.

"Itu (sampah) yang menyangkut tidak bisa dibiarkan, sekalipun ada kata meski dibersihkan akan menyangkut sampah baru lagi, memang harus dibersihkan dari pada dibiarkan," ucapnya.

"Coba kita lihat di beberapa titik jembatan besi yang ada di Pamekasan, pasti terdapat sampah yang menyangkut," tutupnya. 

Penulis: Kuswanto Ferdian
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved