Breaking News:

Bocah SD Tewas Tenggelam di Kolam Penampungan Air Resapan Sampah TPA Karangdiyeng Mojokerto

Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto memakan korban jiwa

TribunJatim.com/ M Romadoni
TPA Karangdiyeng, Mojokerto 

Reporter: Mohammad Romadoni | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Tempat Pembuangan Akhir (TPA) Karangdiyeng, Kecamatan Kutorejo, Kabupaten Mojokerto memakan korban jiwa.

Korbannya adalah seorang bocah laki-laki, yang jasadnya ditemukan warga dalam kondisi mengapung di kolam penampungan air resapan sampah, tepatnya di belakang area TPA Karangdiyeng.

Adapun identitas korban bernama Alfian (9), siswa Kelas III SD tersebut meninggal karena tenggelam saat berenang di kolam penampungan air resapan sampah.

Baca juga: Jadi Rujukan Pasien Covid 19, Kapasitas RS Lapangan Idjen Boulevard Capai 90 Persen

Kapolsek Kutorejo, AKP Hery Susanto mengatakan korban Alfian warga Dusun Jaringansari, Desa Karangdiyeng bermain 
bersama empat orang temannya. Mereka mengendarai sepeda angin dari rumah menuju area TPA. Lima bocah termasuk korban mandi di kolam penampungan air resapan sampah TPA Karangdiyeng, pada Minggu (24/1/2021) sekitar pukul 07.30 WIB. 

"Korban mandi dan memang berenang di kolam penampungan air resapan sampah tersebut dan tiba-tiba korban kejang-kejang dalam kondisi mengapung," ungkapnya di lokasi kejadian, Minggu (24/1).

Hery menyebut teman-teman korban telah berupaya mencari pertolongan yaitu berteriak mengabarkan pada warga desa bahwa ada anak tenggelam di TPA Karangdiyeng. Teriakan bocah minta tolong itu didengar warga yang sedang mencari rumput di sawah dekat lokasi kejadian. Warga mengevakuasi korban yang sekarat dalam kondisi mulut mengeluarkan busa.

"Warga mengevakuasi korban dari dalam kolam penampungan air resapan sampah 
lalu dibawa ke Puskesmas  Kutorejo. Korban dinyatakan meninggal di Puskesmas sekitar pukul 08.55 WIB ," jelasnya.

Anggota Unit Reskrim Polsek Kutorejo mendatangi lokasi guna melakukan identifikasi olah TKP terkait penyebab bocah tenggelam diTPA Karangdiyeng. Kedalaman kolam penampungan air resapan sampah sekitar 150 sentimeter sampai dua meter. Setelah itu, pihaknya juga memasang garis Police Line di lokasi kejadian sebagai tanda warga dilarang berada di lingkungan tersebut. 

"Hasil identifikasi terhadap jasad korban tidak ditemukan tanda-tanda kekerasan sehingga dipastikan penyebab korban meninggal karena tenggelam," ucap Hery.

Menurut Hery, pihak keluarga menolak dilakukan autopsi terhadap jenazah korban dan menerima kejadian ini sebagai musibah.

"Korban sudah dikebumikan oleh pihak keluarganya di pemakaman umum Dusun Jaringansari, Desa Karangdiyeng," tandasnya. (don/ Mohammad Romadoni).

Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved