Breaking News:

Dinkes Nganjuk Gunakan Aplikasi SMILE Di Puskesmas, Tujuannya ini

Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk mulai menggunakan layanan data pasien berbasis Sistem Manajemen Informasi dan Pelaporan Elektronik (SMILE)

istimewa
Layanan Informasi data pasien di Puskesmas Nganjuk Kabupaten Nganjuk yang mulai menggunakan aplikasi SMILE. 

Reporter : Achmad Amru Muiz | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk mulai menggunakan layanan data pasien berbasis Sistem Manajemen Informasi dan Pelaporan Elektronik (SMILE) di Puskesmas.

Hal itu untuk memudahkan masyarakat dan petugas layanan kesehatan dalam rangka meningkatkan ketersediaan dan kualitas data informasi manajemen kesehatan secara elektronik.

Kasubbag Perencanaan Program dan Evaluasi Dinas Kesehatan Kabupaten Nganjuk, Sri Rejeki mengatakan, beragam fitur disajikan pada aplikasi SMILE. Salah satunya fitur yang memberikan kenyamanan pada masyarakat yakni pendaftaran online pasien.

"Dengan fitur yang akan dikembangkan kedepan nantinya masyarakat yang hendak ke Puskesmas dapat mendaftar dari rumah menggunakan ponsel atau komputer yang terhubung internet. Ini akan menghemat waktu dan tenaga bagi masyarakat," kata Sri Rejeki, kemarin.

Baca juga: Duka Nathalie Holscher Keguguran, Pendarahan Hebat, Sule Sempat Soroti Kebiasaan Istri: Suka Gitu

Baca juga: Baru Terkuak Ketakutan Rizky Febian saat Lina Minta Izin Nikahi Teddy, Restu Terpaksa, Durhaka

Baca juga: Jadwal Piala FA Malam Ini - Big Match Manchester United vs Liverpool, Live di RCTI

Disamping itu, dikatakan Sri Rejeki, fitur lain yang tersedia di SMILE dipastikan akan berguna bagi petugas Puskesmas antara lain bagian manajemen pelayanan, laporan, farmasi, serta laboratorium. Dan aplikasi SMILE tersebut sangat mudah dioperasikan sehingga puskesmas bisa terbantu.

"Sebelum ada SMILE, petugas Puskesmas harus memasukkan data secara manual, bahkan bisa beberapa kali input manual di tiap proses layanan. Dan itu dirasa kurang efektif karena harus kerja dua kali," ucap Sri Rejeki.

Memang, diakui Sri Rejeki, tahapan Aplikasi SMILE tersebut tidak mudah. Ada proses tes dari BPJS. Dengan demikian setiap Kota/Kabupaten yang ingin mengajukan kerjasama dengan BPJS harus melalui beberapa tahapan termasuk tes untuk aplikasi SMILE dan itu harus lolos untuk mendapatkan icons ID untuk bisa bekerjasama.

Selain itu, ungkap Sri Rejeki, hingga saat ini masih ada kendala data penduduk masih berupaya diselesaikan. Mengingat database kependudukan yang ada di aplikasi SMILE belum realtime dengan data terkini yang ada di Sistem Manajemen Informasi Kependudukan (SIMDUK).

Perubahan data kependudukan di SIMDUK yang demikian dinamis belum diikuti pembaruan di aplikasi SMILE.

Kondisi ini, tambah Sri Rejeki, menuntut dilakukan integrasi realtime diantara SMILE dan SIMDUK. Untuk itu, diperlukan integrasi SMILE dengan SIMDUK.

"Itu sebagai langkah kesalahan validitas data yang digunakan dalam aplikasi SMILE," ujar Sri Rejeki.

Sementara Kepala Seksi Pengembangan Pengelolaan Data dan Aplikasi Diskominfo, Fancy Hermawan menuturkan, pihaknya tidak mengalami kendala teknis yang berarti untuk integrasi. Dan Secara teknis, dibutuhkan aplikasi penghubungan atau API yang bisa dibuat.

"Yang jelas, Diskominfo Nganjuk siap untuk membantu mengintegrasikan aplikasi SMILE dengan SIMDUK," tutur Fancy Hermawan kepada TribunJatim.com.

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved