Virus Corona di Malang

Dinsos Kota Batu Bantu Urus Santunan Pasien Covid-19 Meninggal, Sudah 16 Ahli Waris Mengusulkan

16 dari 94 keluarga korban meninggal terpapar Covid-19 bersurat untuk mendapat santunan kematian. Kadinsos Ririk Mashuri beber mekanismenya.

Penulis: Benni Indo | Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Pemakaman warga yang meninggal karena Covid-19 oleh petugas di Kota Batu. 

Reporter: Benni Indo | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Dari 94 warga Kota Batu yang meninggal terpapar virus Corona ( Covid-19 ), Dinas Sosial Kota Batu mencatat ada 16 ahli waris yang telah bersurat untuk mendapat santunan kematian.

  Kepala Dinas Sosial Kota Batu, Ririk Mashuri mengatakan, terkait kebijakan santunan dari Kementerian Sosial (Kemensos) sebagai bentuk perhatian dan bela sungkawa dari negara untuk meringankan beban keluarga yang ditinggalkan dikarenakan Covid-19.

Untuk diketahui, Pemerintah Pusat melalui Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Kemensos memberikan santunan kematian kepada keluarga korban Covid-19.

Baca juga: Penyerahan PSU Belum Maksimal, DPRD Batu Ingatan Pemkot Batu

Baca juga: Setahun Lebih Kasus Dugaan Korupsi Camat Duduksampean Jalan di Tempat, Kejari Gresik: Mohon Doanya

Bantuan yang diberikan senilai Rp 15 juta sebagai bentuk perhatian dan bela sungkawa dari negara.

Program itu dituangkan dalam Surat Edaran Kementerian Sosial melalui Dirjen Perlindungan dan Jaminan Sosial Direktorat Perlindungan Sosial Korban Bencana Sosial Nomor 427/3.2/BS.01.02/2020 tentang perlindungan sosial bagi korban meninggal dunia akibat Covid-19.

"Sampai dengan saat ini, Dinsos Kota Batu sudah menerima usulan mencapai 16 ahli waris. Sesuai mekanisme pencairan nantinya ahli waris akan mendapat bantuan sebesar Rp 15 juta ke masing-masing rekening bank ahli waris," ujar Ririk, Minggu (24/1/2021).

Mekanisme pengusulan bantuan bagi ahli waris dimulai dari tahapan RT/RW.

Baca juga: Kulit Udang Ternyata Kaya Asam Glutamat, Diolah Mahasiswa UMM Jadi Penyedap Rasa Alami

Baca juga: Sepekan PPKM Kabupaten Nganjuk, Positif Covid-19 Menurun, Wabup: Kesadaran 3M Masyarakat Meningkat

Kemudian diketahui desa atau kelurahan dan camat dengan melampirkan seluruh persyaratan untuk dikirim ke Dinsos Kota.

"Untuk selanjutnya dari Dinsos Kota/Kabupaten diserahkan datanya ke Dinas Sosial Provinsi Jatim untuk dihimpun dan diteruskan ke Dirjen Perlindungan Sosial Korban Bencana Alam Kemensos RI,” terangnya.

Kasus Covid-19 di Kota Baru per 24 Januari 2021 tercatat sebanyak 94 orang meninggal dunia. Ada 4 orang berstatus aktif dan 1043 orang berstatus. Total kasus yang ada di Kota Batu sebanyak 1141.

Kota Batu telah berstatus zona kuning Covid-19. Artinya, tingkat penularannya mulai menurun atau rendah. Di Jawa Timur, Kota Batu menjadi satu-satunya daerah yang menjadi zona kuning.

Penentuan zona peta risiko didasarkan pada 15 indikator kesehatan masyarakat.

15 komponen itu dibagi menjadi 11 indikator epidemiologi, dua indikator surveilans kesehatan masyarakat dan dua indikator pelayanan kesehatan.

Mengacu pada indikator kesehatan masyarakat, skor Kota Batu sebesar 2,4 atau dinyatakan dengan tingkat penularan rendah.

Menanggapi hal tersebut, Wali Kota Batu, Dewanti Rumpoko berujar perubahan ke zona kuning tidak perlu dibesar-besarkan.

Masyarakat tetap diimbau untuk disiplin protokol kesehatan. Ia khawatir, masyarakat terbuai dengan perubahan status sehingga menyepelekan protokol kesehatan.

“Jangan sampai masyarakat menganggap situasi sudah aman. Bagaimanapun juga harus tetap waspada dan tetap disiplin menjalankan protokol kesehatan,” imbaunya.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    berita POPULER

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved