Breaking News:

Kulit Udang Ternyata Kaya Asam Glutamat, Diolah Mahasiswa UMM Jadi Penyedap Rasa Alami

Mahasiswa UMM gandeng warga Kecamatan Dampit dan Kecamatan Wagir. Ciptakan inovasi olahan limbah kulit udang sebagai penyedap rasa alami.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Kelompok mahasiswa UMM yang mengolah limbah udang menjadi penyedap rasa alami. 

Reporter: Sylvianita Widyawati | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pernah coba manfaatkan limbah kulit udang sebagai penyedap rasa alami?

Hal itu telah dilakukan oleh mahasiswa UMM dengan memberdayakan masyarakat di Jalan Pahlawan, Kecamatan Dampit dan Jurang Wugu, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang beberapa waktu lalu.

Kelompok mahasiswa inilah yang melakukan inovasi tersebut, yakni Nur Sriwijayanti, Dwi Rahma Sari, Julvian Ade Saputra, Achmad Naufal, dan Alvin Arfiyan Syah.

Baca juga: Sepekan PPKM Kabupaten Nganjuk, Positif Covid-19 Menurun, Wabup: Kesadaran 3M Masyarakat Meningkat

Baca juga: Peringati Hari Pers Nasional ke-75, PWI Sampang Gelar Berbagai Lomba dari Tingkat Desa hingga OPD

Dijelaskan Nur Sriwijayanti, ketua kelompok memaparkan, idenya dari melihat limbah udang begitu melimpah, namun tidak ada upaya pemanfaatan yang maksimal.

Apalagi di wilayah tersebut berdiri pabrik pengolah frozen food.

”Limbah yang dihasilkan biasanya dijual ke masyarakat sekitar untuk pakan ternak, khususnya bebek. Tidak jarang juga langsung dibuang begitu saja,” terangnya, Minggu (24/1/2021).

Ia dan kawan-kawannya berinisiatif memanfaatkan limbah itu menjadi penyedap rasa setelah berdiskusi dan membaca berbagai literatur.

Dikatakan, dalam kulit udang kaya akan asam glutamat. Kandungan inilah yang bisa memberikan rasa gurih dan bisa diubah menjadi penyedap alami makanan.

Namun untuk diaplikasikan di lapangan, juga ada kendala saat sosialisasi.

Baca juga: Kepala Disnaker Kabupaten Malang Imbau Warga Lebih Kreatif Mencari Pekerjaan

Baca juga: Fakta di Balik 12.400 Warga Israel Positif Covid Pasca Vaksinasi, Dibongkar Pakar: Apa Vaksinnya?

Seperti terbatasnya teknologi dan sulitnya sinyal selain anggota juga jarang yang memiliki telepon genggam sehingga menyulitkan proses sosialisasi.

Namun kegiatan terus dilakukan. Mulai dari percobaan pembuatan penyedap dari kulit udang hingga pendampingannya.

Ia berharap inovasi yang dilakukan oleh timnya mampu memberikan solusi limbah.

Olahan limbah kulit udang menjadi penyedap rasa ini diharap dapat mengubah limbah juga menjadi pemberdayaan masyarakat secara luas. 

Penulis: Sylvianita Widyawati
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved