Breaking News:

Banjir di Gresik Sejak Awal Tahun 2021, Kerugian Diperkirakan Capai Rp 7,572 Miliar

Kerugian petani di Gresik akibat banjir Kali Lamong diperkirakan mencapai miliaran rupiah.

SURYA/Sugiyono
Lahan pertanian di Desa Tambakberas, Kecamatan Cerme rata dengan banjir luapan Kali Lamong, Jumat (1/1/2021). 

TRIBUNJATIM.COM, GRESIK - Kerugian petani di Gresik akibat banjir Kali Lamong capai miliaran rupiah.

Sebab, banjir merata merendam lahan pertanian mencapai ratusan hektar, Senin (25/1/2021). 

Kepa Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik Ir. Eko Anindito Putro melalui Kepala Bidang Tanaman Pangan dan Hortikultura Ir. R. Ardi Setyarto, mengatakan, selama pasca banjir di seluruh Kabupaten Gresik di 12 Kecamatan.

Total lahan yang terkena banjir seluas 2,212 hektar dan yang terkena puso seluas 456 hektar. 

Kecamatan yang terkena banjir di antaranya, Sangkapura, Pulau Bawean, Sidyau, Kebomas, Dukun, Menganti, Kedamean, Ujungpangkah, Panceng, Cerme, Benjeng dan Balongpanggang. 

Baca juga: Diparkir di Lahan Kosong, Bus Rp 1,7 Miliar Milik Warga Candi Sidoarjo Raib Digondol Maling

Baca juga: Suami Kerja Demi Incess, Kelakuan Syahrini Nyeleneh, Lihat Posisi Kaki, Zoom Meeting Reino Disoroti

Dari lahan pertanian yang terkena banjir dan puso tersebut, diperkirakan total kerugian mencapai Rp  7,572 Miliar.

Dengan rincian kerugian akibat banjir sebanyak Rp 5,163 Miliar dan akibat puso sebanyak Rp  2,408 Miliar.  

Dari adanya bencana tersebut, Dinas Pertanian Kabupaten Gresik berupaya mengajukan bantuan kepada propinsi dan pusat. 

"Untuk  lahan yang terkena banjir tapi tanaman tidak rusak terus dilakukan pemantauan. Untuk lahan yang terkena banjir dan tidak tergenang diajukan sebagai bantuan benih reguler," kata  Ardi. 

Penulis: Sugiyono
Editor: Pipin Tri Anjani
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved