NJOP Tanah Pedesaan di Tulungagung Naik Drastis, Wilayah Kota Malah Turun

NJOP tanah pedesaan di Tulungagung naik drastis, sementara di wilayah perkotaan justru turun hingga 13 persen.

Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Tulungagung, Endah Inawati, Senin (25/1/2021). 

Reporter: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Hasil kajian Universitas Gadjah Mada (UGM), banyak nilai tanah di Tulungagung tidak sesuai dengan kondisi sebenarnya.

Karena itu, Pemkab Tulungagung menetapkan empat zona tanah, untuk menyesuaikan nilai tanah berdasar kajian itu.

"Hasil kajian UGM itu yang menjadi dasar penetapan NJOP (Nilai Jual Obyek Pajak) yang baru. Dari kajian itu menemukan zona nilai tanah," terang Kepala Dinas Pendapatan Kabupaten Tulungagung, Endah Inawati, Senin (25/1/2021).

Diungkapkan Endah, banyak tanah dengan nilai rendah yang tidak sesuai kondisi sebenarnya.

Misalnya ada tanah dengan nilai Rp 35.000 per meter persegi.

Hasil kajian kemudian memperbarui nilai tanah menjadi Rp 95.000 per meter persegi.

"Saat ini mana ada tanah senilai Rp 35.000 per meter. Karena itu ada penyesuaian berdasar kondisi sebenarnya," sambung Endah.

Baca juga: Jumlah Pasien Baru dan Sembuh di Tulungagung Mulai Seimbang, Satgas Covid-19 Harap Bisa Relaksasi

Baca juga: Vaksinasi Covid-19 di Ponorogo Akan Dimulai 28 Januari 2021, Empat Ribu Nakes Jadi Prioritas

Lanjut Endah, penyesuaian nilai tanah terakhir kali dilakukan tahun 2014.

Seharusnya tahun 2017 dilakukan penyesuaian lagi, seperti amanat perundang-undangan.

Namun penyesuaian itu baru bisa dilakukan di tahun 2020.

"Sebenarnya penyerahan dari Pajak Pratama sudah sejak 2014 silam. Tapi kita baru bisa melaksanakan tahun 2020," ujar Endah.

Kenaikan nilai tanah tertinggi sebesar 5,5 kali dari nilai lama.

Baca juga: Gelar Pembelajaran Tatap Muka, Ganesha Operation Tulungagung Mengaku Terapkan Prokes Sangat Ketat

Baca juga: Satgas Hentikan Pembelajaran Tatap Muka di Ganesha Operation Tulungagung Selama Pandemi Covid-19

Kenaikan tertinggi mayoritas ada di wilayah pedesaan.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved