Breaking News:

Satu Dari Dua Pelaku Curanmor Diringkus Saat Hendak Beraksi di Kenjeran Surabaya

Satu dari dua pelaku pencurian kendaraan bermotor yang meresahkan warga Surabaya berhasil diringkus unit Jatantas Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Surya/Firman Rachmanudin
Tim Opsnal dipimpin Iptu Irwan menunjukkan tersangka dan barang bukti kejahatannya. 

Reporter : Firman Rachmanudin | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Satu dari dua pelaku pencurian kendaraan bermotor yang meresahkan warga Surabaya berhasil diringkus unit Jatantas Satreskrim Polrestabes Surabaya.

Pelaku itu diketahui bernama Jevi Pan Sugiarto (21) warga Bulak Cumpat Utara Surabaya.

Ia nekat beraksi di sekitar tempat tinggalnya karena dirasa aman dan menguasai medan.

Terbukti, Jevi sudah tiga kali beraksi dan ternyata kepergok polisi saat akan beraksi untuk keempat kalinya.

"Pertama di Mushola Bulak Setro Utara 5, kemudian di Jalan bulak cumpat barat 4/ 6B dan Jalan Bulak Tinjang Surabaya. Tim opsnal mencurigai gerak gerik tersangka saat hendak beraksi di Jalan Bulak Cumpqt Barat, Senin lalu," kata Kanit Jatanras Satreskrim Polrestabes Surabaya, Iptu Agung Kurnia Putra, Senin (25/1/2021).

Setelah didekati polisi berpakaian preman, teman Jevi yang memboncengnya kemudian memilih kabur dengan motor. Sementafa Jevi ditinggal dilokasi dan berhasil ditangkap polisi.

Baca juga: PPKM di Kota Malang Diperpanjang, Masyarakat Dilarang Makan di Tempat

Baca juga: Kota Blitar Masuk Zona Merah, Pemkot Resmi Perpanjang PPKM Hingga Dua Pekan ke Depan

Baca juga: Gading Marten Pilih Hilang dari TV Sejak Cerai dengan Gisel: Ngerem Dulu, Singgung Keinginan Gempi

"Kami interogasi awal dan geledahm ternyata memang bawa kunci T yang dipipihkan ujungnya," imbuhnya kepada TribunJatim.com.

Jevi yang sempat dikeler untuk menunjukkan keberadaan temannya justru memilih melawan dan mencoba kabur.

Alhasil, ia akhirnya terpaksa dilumpuhkan kakinya dengan timah panas polisi agar tak berontak.

"Kami sudah berikan tembakan peringatan untuk menghentikan upaya berontak tersangka. Dengan terpaksa akhirnya kami melumpuhkan kakinya agar tidak kabur," terang Agung.

Sementara dari keterangannya, Jevi selaku eksekutor memang mencari sasaran motor matic untuk dijual ke Madura.

"Harganya mulai dua sampai tiga juta tergantung kondisi motor. Biasanya beat dan Vario. Uangnya untuk foya-foya minum minuman keras," tandas Agung kepada TribunJatim.com.

Penulis: Firman Rachmanudin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved