400 Lebih Nakes Lakukan Vaksinasi Covid-19 di RS Unair Surabaya

Vaksinasi Covid-19 mulai digalakkan sejak pekan lalu sejak dibagikan Dinas Kesehatan Jawa Timur ke Surabaya Raya.

Penulis: Sulvi Sofiana | Editor: Yoni Iskandar
sulvi / surya
Direktur RS Unair, Prof Dr Nasronudin saat memantau vaksinasi pada nakes di RS Unair, Rabu (27/1/2021). 

Reporter : Sulvi Sofiana  | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Vaksinasi Covid-19 mulai digalakkan sejak pekan lalu sejak dibagikan Dinas Kesehatan Jawa Timur ke Surabaya Raya.

Rumah Sakit Universitas Airlangga (RS Unair) Surabaya sejak 15 Januari 2020 juga telah melakukan vaksinasi lebih dari 400 tenaga kesehatan (nakes).

Direktur RS Unair, Prof Dr Nasronudin mengungkapkan nakes yang divaksinasi tak hanya dari RS Unair, tetapi juga dari rumah sakit lain.

"Meski begitu kami tetap melakukan vaksinasi dengan sebaik-baiknya," ujarnya kepada TribunJatim.com, Rabu (27/1/2021).

Pria yang akrab disapa Prof Dr Nasronudin itu mengatakan vaksinasi terhadap nakes dilakukan sesuai dengan program prioritas yang ditetapkan pemerintah pusat.

Baca juga: Ruas Jalan Ambles Sedalam 1,5 Meter KM 06+200 Ruas Jalan Tol Surabaya-Gempol

Baca juga: Update Klasemen Liga Inggris - Arsenal Lanjutkan Tren Kemenangan, Manchester City Berjaya di Puncak

Baca juga: Hasil BWF World Tour Finals - Bermain Rubber Game, The Daddies Menang Susah Payah Atas Wakil Rusia

"Dengan kesiapan yang baik dari persiapan dan fasilitas penunjang, Alhamdulillah tidak ada kendala. Bahkan jika ada kendala kami sudah siapkan berbagai fasilitas untuk antisipasi hal-hal terburuk jika terjadi," urai Prof Dr Nasronudin.

Prof Nasron menjelaskan bahwa vaskinasi ditujukan bagi orang sehat dengan kriteria yang telah ditentukan. Hal itu bertujuan agar masing-masing individu memiliki kekebalan tubuh.

"Vaksinasi ini akan dilakukan dua kali suntikan. Untuk suntikan pertama berguna sebagai pengikat tubuh agar kuat terhadap Covid-19. Sedang yang kedua kalinya bertujuan untuk meningkatkan kekebalan tubuh lebih maksimal," ujarnya.

Prof Nasron juga kembali menegaskan bahwa program vaksinasi tersebut sangatlah baik. Jika terlaksana dengan maksimal, maka akan menciptakan kekebalan populasi di masyarakat.

"Di Indonesia, setidaknya harus ada 70 persen dari populasi penduduk perlu divaksinasi agar kekebalan ini tercipta. Saat kekebalan populasi tercipta, maka virus yang ditularkan ke mana-mana pasti akan terbentur dan penularannya akan semakin sedikit. Dengan begitu pandemi ini perlahan akan berkurang dan diharapkan bisa hilang," tegasnya kepada TribunJatim.com.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved