Breaking News:

Uang Batu Wisata Resource yang Macet di Pihak Ketiga Sebanyak Rp 3.4 M

Lima rekanan yang merupakan pihak ketiga belum mampu memenuhi kewajiban membayar hutang ke Batu Wisata Resource (BWR).

Penulis: Benni Indo
Editor: Yoni Iskandar
istimewa
Plt Direktur BWR, Bagyo Prasasti Prasetyo 

Reporter : Benni Indo | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Lima rekanan yang merupakan pihak ketiga belum mampu memenuhi kewajiban membayar hutang ke Batu Wisata Resource (BWR).

Hal tersebut dikatakan Plt Direktur BWR, Bagyo Prasasti Prasetyo. Jumlah uang yang macet di pihak ketiga sebanyak Rp 3.4 Miliar.

“Pihak ketiga kami itu banyak, ada sekitar 14. Kemudian yang mengalami kendala itu ada 5. Ada dari Kota Malang, Kota Surabaya, dan Kota Batu,” terang Bagyo kepada TribunJatim.com, Rabu (27/1/2021).

Para pihak ketiga itu usahanya ada di perdagangan dan pariwisata. Hanya Saja Bagyo tidak mau menyebutkan nama-nama pihak ketiga yang menunggak hutan sejak jatuh tempo di awal Januari 2021 ini.

“Soalnya sedang proses sekarang, jad sementara kami belum publikasikan karena sedang proses penyelesaian. Mereka terkendala pandemi Covid-19, tapi apapun ya harus terselesaikan. Dari lima ini jumlahnya saran tagihan sekitar Rp 3.4 M,” paparnya.

Baca juga: Takut Ngecewain Suamiku Curhat Nathalie Sedih Keguguran, Sule Ungkap Perbedaan Sikap pada Istrinya

Baca juga: Hasil Penggeledahan RPH Kota Malang Masuk Pemberkasan, Kejari Kota Malang: Ada Calon Tersangka Lain

Baca juga: Akhir Nasib Jambret Spesialis Perempuan Ini, Tersungkur Ditembus Peluru Polisi Tulungagung

Nilai Rp 3.4 M itu kata Bagyo termasuk kewajiban bagi hasil dan keuntungan. Itu bukan nilai yang diinvestasikan namun sudah berupa perhitungan akhir.

“Jatuh temponya di awal tahun ini, makannya supaya tidak menjadi beban direksi selanjutnya. Di catatan hasil audit kami oleh akuntan publik, masih kategori piutang lancar,” urai mantan Ketua KPU Batu itu kepada TribunJatim.com.

Bagyo menggandeng Kejaksaan Negeri Batu untuk menagih uang yang macet. Meskipun menurut Bagyo statusnya piutang lancar, tapi ia tidak ingin angkanya terlalu tinggi. Angka Rp 3.4 M tersebut dianggap sangat tinggi sehingga ingin diturunkan supaya tidak menjadi beban pengurus baru berikutnya.

“Jangan sampai ada beban bagi manajemen selanjutnya. Sesungguhnya, statusnya piutang lancar. Perusahaan kan punya hutang dan piutang, karena saya sudah habis, ini segera kami kurangi agar modal bisa dimanfaatkan dengan baik,” katanya.

Kepala Kejaksaan Negeri Batu, Supriyanto mengatakan kalau Kejari Batu menerima kunjungan pengurus BWR beberapa waktu lalu. Dalam pertemuan tersebut, BWR meminta bantuan hukum kepada Kejari Batu karena ada persoalan dengan pihak ketiga, yakni masalah piutang.

"Beberapa hari yang lalu kami telah menerima Direktur BWR Kota Batu terkait permohonan bantuan hukum di bidang perdata. Bantuan itu untuk menyelesaikan masalah piutang dan perjanjian ikatan dari beberapa pihak ketiga,” katanya.

Dijelaskan Supriyanto, Kejaksaan memang memiliki tugas untuk pendampingan hukum, salah satunya yang diinginkan oleh BWR. Sesuai ketentuan, Kejaksaan bisa mewakili pemerintah dalam hal ini BUMN maupun BUMD.

“BWR ada masalah hukum. Direktur BWR pernah bersurat kepada kami meminta bantuan hukum untuk penyelesaian piutang,” ujarnya.

Katanya, piutang tersebut berasal dari program penyertaan modal sebanyak Rp 7 M. Penyertaan modal tersebut digunakan untuk kegiatan usaha BWR selama ini.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved