Breaking News:

Jembatan Penghubung Antar Dusun di Kertosari Ambrol, Akibat 2 Hari Diguyur Hujan Deras

Jembatan penghubung antar dusun di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari ambrol. Akibat hujan deras berturut-turut dan tingginya debit air.

SURYA/SRI WAHYUNIK
Jembatan penghubung antar dusun di Desa Kertosari Kecamatan Pakusari, Jember, ambrol dan terputus, Kamis (28/1/2021) 

Reporter: Sri Wahyunik | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, JEMBER - Jembatan penghubung antar dusun di Desa Kertosari, Kecamatan Pakusari terputus, Kamis (28/1/2021).

Selain itu, tangkis penahan jembatan itu juga ambrol.

Jembatan itu menghubungkan Dusun Sumberdandang dan Lamparan desa setempat.

Baca juga: Imbas Penonton Ikatan Cinta Khawatir Sinetron Tamat, Polisi Sampai Turun, Arya Saloka Tegas: Selalu

Baca juga: Pria Madura ini Buat Pusing Polisi saat Ditangkap Curi Motor, Selalu Bawa KTP Teman, Simak Alasannya

Menurut Kepala Desa Kertosari Budi Wijayanto, jembatan ambrol dan terputus akibat hujan deras dan tingginya debit air.

"Karena kan hujan deras dua hari berturut-turut. Hujan siang, sore sampai malam. Jembatan itu menghubungkan Dusun Sumberdandang, dan Dusun Lamparan," ujar Budi, Kamis (28/1/2021).

Berdasarkan hasil pendataan Koramil Pakusari, jembatan itu ambrol sekitar pukul 05.00 WIB. Tangkis penahan tanah ambrol dan jembatan sepanjang 5 meter dengan lebar 2,5 meter ikut ambrol. Ada longsoran sepanjang kurang lebih 200 meter.

Baca juga: Pasar Kota Gresik Sepi Saat PPKM, Pedagang Pasrah Tutup Stan: Banyak Pengeluaran Dibanding Pemasukan

Baca juga: Imbas Penonton Ikatan Cinta Khawatir Sinetron Tamat, Polisi Sampai Turun, Arya Saloka Tegas: Selalu

Pihak Koramil langsung mendatangi lokasi ambrolnya jembatan, dan melakukan pendataan.

Akibat jembatan itu terputus, warga harus memutar. Warga Sumberdandang yang akan ke Dusun Lamparan harus memutar sepanjang 2 Km, ke arah barat dan melewati TPA sampah Pakusari.

Dan sebaliknya, warga dari arah timur jembatan jika ingin ke Sumberdandang, maka harus memutar ke timur sepanjang 1,5 Km.

Kades Budi menambahkan, pihaknya akan berswadaya bersama masyarakat untuk memperbaiki jembatan itu secara darurat.

Sebab, pihaknya tidak bisa menunggu anggaran dari kabupaten guna memperbaiki jembatan tersebut, mengingat Pemkab Jember masih tidak memiliki payung hukum APBD.

"Sementara akan diperbaiki untuk kebutuhan darurat, secara swadaya," pungkasnya.

Penulis: Sri Wahyunik
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved