Breaking News:

Karomah Gus Miek, Motor Kehabisan Bensin Diisi Sebungkus Teh Manis, Mobil Mogok Diisi Air Sungai

KH Chamim Thohari Djazuli atau akrab disapa Gus Miek, pengasuh Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri dan juga pendiri Semaan Jantiko Mantab ini

istimewa
KH Hamim Tohari Djazuli (Gus Miek) 

Penulis : Yoni Iskandar | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - KH Chamim Thohari Djazuli atau akrab disapa Gus Miek, pengasuh Pesantren Al Falah, Ploso, Kediri dan juga pendiri Semaan Jantiko Mantab ini, kalangan samiin (sebutan pengikut/penderek Semaan) tentang bagaimana kedahsyatan karomah atau kewalian Gus Miek ketika beliau masih hidup.

Tidak sedikit karomah Gus Miek atau kisah kewalian Gus Miek bagi orang dektanya atau orang kebetulan pernah bersinggungan langsung Gus Miek.

Bahkan beberapa kerabatnya mendapatkan banyak cerita tentang bagaimana s sosok Gus Miek ini memang sangat unik, seperi penulis sendiri yang mendapat banyak cderita dari putra-putra beliau, ketika menghadiri Semaan Al Quran di Ndalem (kediaman) saat Haul Gus Miek maupun acara Semaan rutin setiap bulan di wilayah Sidoarjo dan Surabaya tiap Jumat Wage, maupun saat malam Jumat Kliwon di Makam Auliya Tambak Ngadi, Kediri.

Ini sepenggal cerita tentang karomah Gus Miek.

"Jangan ceritakan kejadian ini sampai aku mati (wafat)," kata mbah Kiai Hayat Rois Syuriah PCNU Nganjuk.

Pada tahun 80-an, Gus Miek sewaktu pulang dari rapat besar NU di Surabaya, ternyata mobil yang beliau kendarai bersama rombongan kehabisan bensin di tengah malam dan jauh dari pemukiman warga.

"Waduh gimana ini yai?" keluh salah satu anggota rombongan.

Dengan santai Gus Miek berkata "Haa,,, sana cari air di kali (sungai)," perintah Gus Miek kepada seorang pengikutnya.

"Untuk apa?," ujar Kiai Hayat Rois yang tidak paham ata speruintah Gus Miek.

Halaman
1234
Penulis: Yoni Iskandar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved