Breaking News:

Pinjaman Online Ilegal Kerap Melakukan Teror, OJK Kediri Mengajak Masyarakat Mengenalinya

Efendi (32), seorang warga Tulungagung menggerutu seusai menerima telepon dari orang yang tak dikenalnya.

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Ilustrasi Fintech 

Reporter : David Yohanes | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Efendi (32), seorang warga Tulungagung menggerutu seusai menerima telepon dari orang yang tak dikenalnya.

Suara dari seberang sambungan telepon itu memintanya untuk memperingatkan seseorang, agar membayar angsuran pinjaman.

Penelepon itu ternyata berasal dari perusahaan pinjaman online, atau yang akrab dikenal dengan istilah Fintech Lending.

"Saya tidak akrab dengan orang itu (peminjam). Bagaimana perusahaan pinjaman online itu bisa menyuruh saya memperingatkannya?" keluh Efendi.

Selain itu, Efendi juga mengku tidak pernah memberi izin nomor kontaknya dipakai untuk hal-hal yang berbau Fintech.

Namun perusahaan pinjaman online itu sudah tahu kontaknya, dan menghubungi lewat telepon.

"Tidak sekali, berulang kali saya ditelepon untuk memperingatkan orang lain agar membayar utang. Urusan saya apa coba?" ujar Efendi.

Baca juga: Marc Marquez Jadi Penyebab Repsol Honda Tak Pernah Menangi Balapan MotoGP 2020

Baca juga: Jatuh Hati Lewat Facebook, Sutoyo Ditipu Bunga Rp 456 Juta, Terdakwa: Uangnya Buat Bayar 4 Rentenir

Baca juga: Wagub Emil Tinjau Longsor di Ruas Tol Surabaya-Gempol, Target Perbaikan Jalan Kelar dalam 9 Hari

Menanggapi fenomena perilaku Finech ini, Kepala OJK Kediri, Bambang Supriyanto, mengatakan saat ini banyak Fintech ilegal.

Karena itu masyarakat diminta waspada sebelum menggunakan jasa Fintech.

Halaman
123
Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved