Breaking News:

Top Skor Liga 1 Putri 2019 Sempat Dapat Tawaran Main di Timor Leste

Di tengah ketidakjelasan kompetisi Liga 1 Putri setelah lebih satu musim tidak digelar, tidak menyurutkan pamor talenta pesepak bola putri tanah air.

Penulis: Khairul Amin | Editor: Ndaru Wijayanto
Insyafadya Salsabillah
Insyafadya Salsabillah saat penobatan top skor Liga 1 Putri 2019. 

Reporter : Khairul Amin I Editor : Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Di tengah ketidakjelasan kompetisi Liga 1 Putri setelah lebih satu musim vakum, tidak menyurutkan pamor talenta pesepak bola putri tanah air.

Buktinya, Insyafadya Salsabillah, top skor Liga 1 Putri 2019 mengaku sempat diminati oleh salah satu klub asal Timor Leste.

Namun, rencana itu bukan dalam satu kompetisi, melainkan hanya dalam sebuah turnamen.

Alasan ngisi waktu luang dan menjaga performa menjadi sebab utama dara asal Surabaya itu menerima tawaran tersebut.

Baca juga: Makan Konate Bawa Semangat Juara Persebaya di Klub Barunya, Terengganu FC

Baca juga: Rindu Tampil Berseragam Arema FC, Jayus Hariono Harap Kompetisi Bisa Segera Bergulir.

"Kemarin sempet ditawari turnamen di Timor Leste, tapi gak jadi karena Covid-19 naik lagi," cerita Insyafadya Salsabillah pada TribunJatim, Jumat (29/1/2021).

"Misal Covid-19 gak naik lagi, saya dan temen-temen main di sana," jelas dara 19 tahun itu.

Di sisi lain, Lala akui sedih dengan tidak digelarnya kompetisi Liga 1 Putri musim 2020.

Baca juga: 5 Momen Menarik di Laga Tottenham vs Liverpool, Mulai Dua Gol Dianulir Hingga Harry Kane Cedera

Baca juga: Jatuh Hati Lewat Facebook, Sutoyo Ditipu Bunga Rp 456 Juta, Terdakwa: Uangnya Buat Bayar 4 Rentenir

Semakin terasa karena ia sedang dalam semangat tinggi menatap kompetisi berbekal gelar top skor musim 2019.

"Sedih, karena kan sepak bola putri turnamen jarang, liga gak ada, jadi pemain-pemain larinya banyak yang ke tarkam," jelasnya.

Kondisi semakin sulit bagi dirinya yang saat ini tinggal di Surabaya.

"Tarkam sepak bola ada, cuma kalau di Jatim itu masih jarang yang banyak kayak di Jakarta dan Jawa Barat, di Jatim jarang banget," kata dara lulusan SMA 16 Surabaya itu.

Di tengah situasi tidak menentu seperti sekarang, Lala tidak memungkiri bahwa tarkam menjadi jalan yang banyak dipilih, termasuk oleh pesepakbola putri.

"Ikut tarkam buat jaga kondisi juga membiasakan mental di pertandingan. Kalau misal tiba-tiba ada liga lagi, tapi sebelumnya gak pernah ikut kompetisi kan kaget, jadi ikut tarkam," pungkasnya.

Baca juga: Marc Marquez Jadi Penyebab Repsol Honda Tak Pernah Menangi Balapan MotoGP 2020

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved