Breaking News:

Dokter Hewan di Lumajang ini Bekerja Bagai Alarm, Saat Bantu Persalinan Sapi

Sudah hal biasa bagi pria di Lumajang ini pintu rumahnya diketuk saat tengah malam. Dia sudah paham itu adalah alarm, waktu untuk segera bekerja.

istimewa
Dokter Hewan, Samsudin saat bantu proses persalinan sapi. 

Sepengetahuan pria 59 tahun ini, mayoritas warga Lumajang memiliki sapi. Namun, keberadaan dokter hewan tak sebanding dengan populasi sapi. Ini karena jarang sekali orang tertarik terjun menjadi dokter hewan, terutama yang khusus menangani sapi.

"Yang muda-muda itu kebanyakan milih nangani anjing, kucing hewan-hewan peliharaan yang rata-rata punya kalangan menengah ke ata. Gak tahu kenapa mungkin lebih ringan pekerjaannya," katanya.

Pria asal Sidoarjo ini berharap, Dinas Pertanian Lumajang sebagai instansi yang punya wewenang semestinya gencar mensosialisasikan kepada generasi muda akan pentingnya profesi ini.

Sebab, di Lumajang saat ini dalam satu kecamatan keberadaan sapi bisa mencapai 4000-5000 sapi. Namun se-Lumajang yang luas itu, dokter hewan khusus menangani sapi tidak sampai 30 orang.

Padahal, idealnya setiap tempat harus ada 2-3 dokter agar sapi-sapi bisa tumbuh sehat.

"Sapi itu kan rojo koyo. Kenapa begitu, karena bandingkan saja kalau kita melihara kambing dan sapi dengan waktu yang sama, harga jual pasti tinggi sapi. Nah, Ini kalau dikelola baik bisa makmur orang-orang itu. Tapi masalahnya edukasi untuk peternak kurang ya karena jumlah tenaganya terbatas," tutupnya kepada TribunJatim.com.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jateng
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved