Breaking News:

Sebulan Lebih Warga Desa di Lamongan Jatim ini Dekepung Banjir, Gagal Panen Ikan

Banjir masih melanda di sejumlah kecamatan di Lamongan, Jawa Timur. Salah satu desa di Lamongan yang masih terendam banji itu adalah Desa Weduni

surya/Hanif Manshuri
Kondisi banjir di Weduni yang hingga kini belum menunjukkan tanda - tanda banjir berakhir, Sabtu (30/1/2021) 

Reporter : Hanif Manshuri | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, LAMONGAN - Banjir masih melanda di sejumlah kecamatan di Kabupaten Lamongan, Jawa Timur. Salah satu desa di Lamongan yang masih terendam banji itu adalah Desa Weduni, Kecamatan Deket.

Banjir di desa ini, adalah desa pertama yang dikepung banjir, sebelum meluas hingga puluhan desa di 6 kecamatan, dan sudah 1 bulan lebih banjir belum enyah dari desa tersebut.

Banjir dari luapan anak sunga Bengawan Solo, yakni Bengawan Njero itu menggenangi seluruh akses jalan masuk desa.
Tak hanya jalan desa, rumah dan tambak warga juga ikut terimbas tenggelam akibat banjir luapan sungai ini.

Ketinggian air bervariasi antara 20 sentimeter sampai 70 sentimer.

"Pasang surut mas banjirnya, kalau saat ini surut sedikit sekitar 10 cm saja," kata salah satu warga Mustoko pada wartawan, Sabtu (30/1/2021).

Banjir yang sudah berlangsung 1 bulan lebih ini, menurut Mustoko membuat semua aktivitas wargapun terbatas karena air masih merendam desa mereka. Perahu menjadi alat transportasi alternatif pilihan karena jalan desa juga ikut terendam.

Baca juga: Minta Restu Jadi Ketua Umum PB PASI, Luhut Dapat Jempol Dari Jokowi

Baca juga: KM Cantika Persada Muat 1.600 ton Pupuk Karam di Perairan Gresik

Baca juga: Akibat Hujan Deras, Tembok Penahan Jalan di Trenggalek Longsor, Ancam Jalan Nasional

Bahkan ketika tim Polwan Polres Lamongan bertandang ke Desa Weduni untuk bertemu puluhan siswa sebagai upaya trauma healing dipimpin Kasat Lantas, AKP Fybrien Senja Indah Lestari terpaksa harus memakai jasa perahu untuk sampai tujuan.

"Banjir tahun ini merupakan yang terparah. Sebab tidak hanya permukiman, jalan lingkar desa sepanjang 3, 5 kilometer juga terendam banjir," ungkap Mustoko kepada TribunJatim.com.

Beban warga semakin berat, karena tambak ratusan hektar yang ada di desa ini juga ikut terendam dan yang nampak kini seolah lautan.
Biasanya, pada bulan-bulan inilah warga bisa memetik hasil tambak mereka. Namun kini hampa tidak ada yang bisa diharapkan.

Kerugian warga akibat gagal panen cukup besar. Ikan-ikan yang siap panen itu sudah tidak bisa dipanen lagi.
Terendamnya jalan desa ini membuat warga memanfaatkan perahu sebagai alat transportasi untuk keluar desa.

Warga, aku Ratno, juga mulai membiasakan untuk melakukan aktivitas di air mulai dari belanja ataupun mengolah ikan.

"Untuk keluar desa biasanya warga menggunakan transportasi perahu yang berjarak 4 kilometer menyusuri sungai karena jalan masuk desa tidak bisa dilalui kendaraan," ungkapnya.

Kepala Desa Weduni Yasin pada wartawan mengatakan, data dari desa menyebutkan sebanyak 284 kepala keluarga dengan jumlah pendukung lebih dari 1500 jiwa terdampak banjir tahunan ini.

Untuk diketahui, banjir luapan Bengawan Njero ini menggenangi 7.726 rumah penduduk di 42 desa di 6 kecamatan. Prasarana infrastruktur jalan, lahan pertanian dan sawah tambak seluas 637 Hektar juga ikut terendam banjir ini.

Penulis: Hanif Manshuri
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved