Breaking News:

Virus Corona di Malang

Dinkes Catat Kebutuhan Vaksin Covid-19 Sinovac Warga Kabupaten Malang: Lebih dari 1.350.000 Dosis

Dinas Kesehatan Kabupaten Malang catat kebutuhan vaksin Covid-19 Sinovac untuk masyarakat wilayahnya: lebih dari 1.350.000 dosis. 

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Hefty Suud
SURYAMALANG.COM/ERWIN WICAKCONO
Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo. 

Reporter: Erwin Wicaksono | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Malang mencatat kebutuhan vaksin virus Corona ( Covid-19 ) Sinovac bagi masyarakat di wilayahnya mencapai lebih dari 1.350.000 dosis. 

"Di Kabupaten Malang, sasaran vaksinasi Covid-19 secara total sebesar 1.350.000 jiwa target dosisnya 2 kali dari jumlah tersebut," terang Kepala Dinkes Kabupaten Malang, Arbani Mukti Wibowo ketika dikonfirmasi pada Minggu (31/1/2021).

Arbani memastikan vaksin yang diberikan kepada rakyat tidak berbeda dengan tenaga kesehatan maupun pejabat.

Yakni tetap menggunakan vaksin dari Cina, Sinovac.

Baca juga: Pemkab Ponorogo Segera Buka Rekrutmen CPNS dan P3K Tahun 2021, Terbanyak Formasi Guru

Baca juga: Perahu Pecah Dihantam Ombak Karang Jamuang, 3 Nelayan Ujungpangkah Ditemukan Selamat di Madura

"Saat ini kami masih mendapatkan 15 ribu vial sekian vaksin Sinovac. Prioritas utama saat ini adalah tenaga kesehatan.  Kami mempertahankan pelayanan rumah sakit. Dalam jangka waktu sepekan ini mencapai target tenaga kesehatan seluruhnya telah divaksin," jelas pria yang mengawali karir sebagai dokter gigi ini.

Pada segi dosis, Arbani mengatakan vaksin Sinovac yang disuntikkan sebanyak 2 kali.

"Semuanya memakai Sinovac dosis tunggal dengan penyuntikan 2 kali," bebernya.

Jika seluruh target jumlah vaksi Sinovac telah tiba, Arbani menegaskan akan langsung menggeber pelaksanaan vaksinasi Covid-19 di 33 Kecamatan. 

Mantan Direktur Utama RSUD Lawang ini menyatakan waktu pelaksanaan vaksinasi dilakukan setiap hari.

"Kami upayakan jam vaksinasi ditambah dalam setiap faskes. Jika asumsi terdapat satu sesi dalam seminggu, akan kami tambah setiap hari ada sesi vaksinasi. Target selesai 1 tahun," tutup Arbani. 

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved