Breaking News:

Pelaksanaan PPKM Di Kabupaten Nganjuk Selesai Hari Ini, Operasi Yustisi Berlanjut

Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Nganjuk berakhir pada Minggu (31/1/2021).

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Tim Satgas Covid-19 dari Polsek Nganjuk Kota melakukan sosialisasi jam malam dalam rangka PPKM mencegah penyebaran Covid-19. 

Reporter : Achmad Amru Muiz | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Pemberlakukan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) di Kabupaten Nganjuk berakhir pada Minggu (31/1/2021).

Hal itu setelah Kabupaten Nganjuk keluar dari zona merah masuk zona orange berdasar hasil evaluasi dengan diwarnai gelar apel personil Satgas Penanganan Covid-19 dalam rangka Penerapan Protokol Kesehatan (Prokes).

Wakil Ketua Satgas Penanganan Covid-19 yang juga Wakil Bupati Nganjuk, Marhaen Djumadi mengatakan, sampai hari terakhir PPKM di Kabupaten Nganjuk setelah dilaksanakan selama dua pekan ini, dari evaluasi ada penurunan angka kasus positif, sehingga bisa dinyatakan penanganan Covid-19 mulai terkendali.

Hal itu, ungkap Marhaen Djumadi, juga merupakan upaya keras dari seluruh elemen. Baik dari TNI maupun Polri dan didukung oleh Satpol PP serta dinas-dinas yang lain. Terlebih, kepedulian masyarakat terhadap pentingnya protokol kesehatan.

"Pada anggal 15 Januari lalu ada lonjakan 230 angka kasus positif di Kabupaten Nganjuk. Per hari Sabtu tanggal 30 Januari tercatat 2.243 kasus positif di Kabupaten Nganjuk, dan 1.943 orang dinyatakan sembuh. Recovery Rate Kabupaten Nganjuk juga tinggi, diatas nasional dan Jawa Timur yakni sebesar 86 persen. Alhamdulillah, Fatality Rate di Kabupaten Nganjuk yang biasanya berkisar di 10 sampai dengan 12 persen bisa kita kendalikan di level 8,6 persen. Meski ini masih jauh diatas Fatality Rate nasional yg hanya 2,6 persen dan Jawa Timur 5,6 persen," kata Marhaen Djumadi didampingi Kapolres Nganjuk, AKPB Harviadhi Agung Prathama dan Dandim 0810 Nganjuk, Letkol Inf Gregorius Luky Ariesta.

Baca juga: Reaksi Tangkas Gadis 19 Tahun Lompat dari Motor Hindari Rudapaksa, Lari ke Rumah Warga, Fakta Dikuak

Baca juga: Jadwal Liga Inggris - Chelsea Incar Kemenangan Pertama di Bawah Tuchel, Liverpool dan Tottenham Main

Baca juga: Beredar Video Buaya Makan Manusia di Sungai Desa Kramat, Kapolres Bangkalan : Itu Hoaks

Dikatakan Marhaen Djumadi, berdasarkan evaluasi dari Satgas penanganan Covid-19 Kabupaten Nganjuk pada waktu pelaksanaan PPKM masih banyak warga yang belum taat menggunakan masker, dan masih banyak terjadi kerumunan serta tidak banyak yang mematuhi cuci tangan.

Namun diakhir pelaksanaan PPKM tingkat kesadaran warga menjalankan 3M semakin meningkat dengan adanya sosialisasi dan edukasi gencar dari semua pihak bagian Satgas Covid-19.

"Dan kami ucapkan syukur Alhamdulillah berkat Tim Satgas Covid-19, yang tidak kenal lelah menegakkan disiplin protokol kesehatan dengan terus mengadakan operasi yustisi, sehingga penyebaran Covid-19 di Nganjuk bisa dikendalikan. Saya mewakili Pemerintah Kabupaten Nganjuk mengucapkan banyak terima kasih atas kerjasama semuanya,” tandas Marhaen Djumadi.

Memang, ungkap Marhaen Djumadi, jika Kabupaten Nganjuk diberlakukan PPKM lagi maka dari sisi ekonomi dan investasi lesu. Namun dari sisi penyebaran covid-19 maka PPKM bisa sebagai jalan untuk upaya pengendalian wabah virus corona yang hingga sekarang ini belum bisa diperkirakan akan berakhir sampai kapan.

"Obat covid_19 juga belum ada sampai sekarang, dan Pemerintah telah mulai melaksanakan program vaksinasi untuk mencegah penyebaran covid 19 sebagai upaya pencegahan penyebaran covid-19," ucap Marhaen Djumadi kepada TribunJatim.com.

Oleh karena itu, tambah Marhaen Djumadi, jika Kabupaten Nganjuk ingin terus terkendali covidnya maka dapat dilakukan dengan cara mengikuti prokes Covid-19 secara disiplin. Bagi masyarakat yang masih belum sadar akan wabah Covid-19 dengan penggunaan masker harus terus disadarkan.

"Yang pasti, kita harus kerjasama dengan seluruh lapisan masyarakat untuk bersama-sama mencegah dan beradaptasi dengan protokol kesehatan covid 19 , jika masyarakat tidak disiplin dan kasus positif corona meningkat signifikan maka PPKM mungkin akan bisa dberlakukan kembali di Kabupaten Nganjuk," tutur Marhaen Djumadi kepada TribunJatim.com.

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved