Breaking News:

Nilai Investasi di Batu Tahun 2020 Lesu, Imbas dari Pandemi Covid-19 

Laju investasi di Kota Batu lesu seiring dengan lesunya perekonomian pada 2020. Lesunya perekonomian akibat imbas pandemi Covid-19 memberi tekanan

Intune Addicts via Tribun Batam
Ilustrasi investasi di Batu 

Reporter: Benni Indo | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, BATU - Laju investasi di Kota Batu lesu seiring dengan lesunya perekonomian pada 2020. Lesunya perekonomian akibat imbas pandemi Covid-19 memberi tekanan terhadap laju investasi di Kota Batu. Di tahun 2020 terhitung nilai investasi yang masuk senilai Rp 1 triliun. 

Berbanding terbalik dengan nilai investasi yang dibukukan pada 2019 lalu, yakni mencapai Rp 1,9 triliun. Penurunan nilai investasi di tahun 2020 dikarenakan lesunya perekonomian imbas pandemi Covid-19. Kepala Bidang Perencanaan dan Pengembangan Iklim Penanaman Modal, DPMPTSPTK Kota Batu, Bambang Supriyanto mengatakan, pandemi Covid-19 adalah penyebabnya. 

"Saya kira hampir di setiap darah pasti mengalami hal ini. Penurunan nilai investasi," ujar Bambang, Senin (1/2/2021).

"Hingga akhir pekan kemarin, yang sudah masuk atau melaporkan investasinya sekitar Rp 131 miliar namun angka tersebut masih terus bergerak," imbuhnya. 

Baca juga: Bakal Segera Diresmikan, Museum Olahraga Surabaya Akan Jadi Jujugan Wisata Anyar di Kota Pahlawan

Laporan angka realisasi investasi sebesar Rp 131 miliar itu masih belum selesai. Yang mana masih terus mengalami perkembangan hingga saat ini. Masa akhir tutup buku hingga 31 Januari. Bambang menilai, meski menurun, namun nilai investasi yang ditanamkan masih cukup baik di tengah himpitan perekonomian di masa pandemi. 

"Dari angka itu, penurunannya tidak terlalu buruk. Yang berarti, prospek investasi di Kota Batu masih sangat menarik," tutur dia.

Saat ini pihaknya tengah mempersiapkan instrumen hukum investasi di Kota Batu. Payung hukum itu berupa usulan Perda yang diyakini dapat meningkatkan nilai investasi. Menurutnya terdapat tiga sektor yang menjadi andalan dalam peningkatan nilai investasi. Di antaranya sektor pariwisata, pertanian dan UMKM.

Bambang optimis, jika benar-benar ada payung hukum penanaman modal, maka akan lebih banyak lagi orang-orang yang berinvestasi di Kota Batu. Menurutnya, investor sangat butuh regulasi yang memberi jaminan rasa aman. Sehingga muncul kepercayaan yang nantinya bisa menjadi daya tarik bagi investor untuk berinvestasi di Kota Batu.

"Karena seorang investor itu kan memerlukan adanya payung hukum yang jelas. Sebagai jaminan dirinya melakukan investasi," seru Bambang. (Benni Indo)

Penulis: Benni Indo
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved