Breaking News:

BPBD Batu Evakuasi 15 KK Warga Dusun Brau karena Potensi Longsor

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mengevakuasi sejumlah warga Dusun Brau karena rumah yang mereka tinggali sangat berpotensi

Penulis: Benni Indo
Editor: Januar Adi Sagita
TribunJatim.com/ Benni Indo
BPBD mengevakuasi sejumlah warga Dusun Brau, Batu 

Reporter: Benni Indo | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, BATU – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Batu mengevakuasi sejumlah warga Dusun Brau karena rumah yang mereka tinggali sangat berpotensi terdampak bencana longsor, Selasa (2/2/2021).

Langkah BPBD Kota Batu itu diambil setelah Alarm Early Warning System (EWS) Tanah Longsor yang ada di Dusun Brau, Desa Gunungsari Kecamatan Bumiaji Kota Batu terus berbunyi dari Senin (1/2/2021) sore hingga malam hari.

Alarm berbunyi sebanyak 17 kali. BPBD Batu menjelaskan, alarm berbunyi sebanyak dua kali pada malam sore hari. Lalu sebanyak 15 kali pada malam hari. Setelah pukul 20.00 sampai 22.00 wib, alarm EWS berhenti. Kepala BPBD Kota Batu, Agung Sedayu menjelaskan ada sekitar 15 KK yang dievakuasi ke tempat lebih aman.

“Sekitar 11 sampai 15 KK akan kami evakuasi karena memang dari sore hingga malam kemarin alarmnya terus berbunyi,” katanya, Selasa (2/2/2021).

Baca juga: Kapolres Gresik Bagikan 1.500 Masker di Jalan Raya

Agung menambahkan saat ini timnya juga tengah melakukan kajian dan pemetaan lokasi rawan longsor. Selain itu juga melakukan survey lokasi untuk evakuasi warga yang terdampak. Pasalnya, malam sebelumnya tidak bisa langsung melakukan pemetaan.

“Kondisinya tidak memungkinkan,” paparnya.

Dia menjelaskan, lokasi evakuasi sengaja tidak jauh dari rumah warga agar warga bisa nyaman. Di sisi lain, juga agar warga tetap bisa mengawasi hewan ternaknya. BPBD dan relawan Kota Batu menyiapkan tenda untuk evakuasi sementara warga.

Tenda ini berada di dua lokasi, yaitu di samping kantor koperasi dan di lahan milik Ngateno, warga setempat. Lokasi rumah tenda darurat ini sekitar 50 hingga 150 meter dari rumah warga. Setiap KK akan dibangunkan satu tenda sehingga privasi warga bisa terjaga.

Agung Sedayu mengatakan, kendati lokasi pengungsian dibuat relatif dekat dengan perumahan warga, namun masih ada beberapa keluarga yang enggan mengungsi.

“Harapan kami, warga mengikuti saran dari tim di lapangan, demi keselamatan bersama,” harap dia.

Pihaknya juga menghimbau agar warga Kota Batu tetap waspada. Terutama yang tinggal di daerah perbukitan atau kaki pegunungan. Lebih waspada lagi ketika hujan karena potensi longsor bisa terjadi.

“Yang daerahnya sudah terpasang alarm EWS, bisa langsung memantau melalui alat tersebut," imbuhnya.

Sejak awal 2021, sudah terjadi puluhan bencana longsor di Kota Batu. Total ada lebih dari 40 kejadian bencana yang mayoritas adalah tanah longsor. Longsor berpotensi terjadi di Kota Batu karena letak geografis berupa perbukitan. (Benni Indo)

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved