Breaking News:

Kemelut Soal Kudeta Partai Demokrat, Didik Mukrianto: Kami Amankan Hasil Kongres dari Ancaman

Kemelut terkait kudeta Partai Demokrat, Didik Mukrianto: Kami amankan hasil kongres dari berbagai ancaman.

TRIBUNJATIM.COM/M SUDARSONO
Anggota Komisi III DPR RI, Didik Mukrianto, Minggu (13/9/2020). 

Reporter: Mochamad Sudarsono | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, TUBAN - Kemelut Partai Demokrat bergulir setelah Ketua Umum Partai Demokrat, Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) mengungkapkan, adanya gerakan pengambilalihan kepemimpinan partai secara paksa.

Hal ini diungkapkan AHY dalam konferensi pers yang digelar di Taman Politik, Wisma Proklamasi DPP Demokrat, Senin (1/2/2021).

Putra sulung mantan Presiden RI Susilo Bambang Yudhoyono (SBY) ini mengatakan, gerakan politik tersebut mengancam kedaulatan dan eksistensi Partai Demokrat.

Bahkan, AHY juga menyebut ada 5 sosok yang terlibat dalam kudeta, 1 di antaranya disebut sebagai orang istana. 

Menanggapi hal itu, Anggota DPR RI Dapil IX Tuban-Bojonegoro, Didik Mukrianto ikut berkomentar. 

Baca juga: AHY Ungkap Rencana Kudeta Terhadap Partainya, Demokrat Jatim: Kami Sudah Ikrar Setia kepada Ketum

Baca juga: Tanggapi Masuknya Emil Dardak Jadi Kandidat Ketua DPD Demokrat Jatim, PPP: Wagub Idealnya Non Partai

Dia mengatakan, sejak awal semua pengurus DPD dan DPC se-Indonesia tidak pernah berpikir bergeser sedikitpun, dari komitmen dan konsistensinya untuk membesarkan Partai Demokrat bersama AHY

Hasil Kongres V sudah final dan mengikat tidak ada perdebatan lagi. Kader Partai Demokrat akan mengamankan dari seluruh potensi ancaman dan gangguan.

"Kami tidak terbiasa dan tidak akan mungkin bisa menerima sikap-sikap pengecut dan pengkhianat, apalagi inkonstitusional yang bisa merusak partai. Justru Demokrat semakin solid dan utuh," ujarnya, Selasa (2/2/2021). 

Anggota Komisi III DPR RI itu menjelaskan, kader partai sangat paham dan patuh dengan asas, norma, aturan, komitmen dan juga etika. 

Baca juga: Sanggah Dalil Machfud Arifin, PDI Perjuangan Surabaya Kirim Bukti di Sidang Mahkamah Konstitusi

Baca juga: Dua Srikandi Asal Jawa Timur Kepercayaan Gus Ami Pimpin PKB di Provinsi Lain, Siapa Mereka?

Tidak ada rumusnya bagi kader untuk mengingkari terhadap keputusan yang sudah dibuat. 

Siapapun itu yang mencoba merusak Partai Demokrat, menekan dalam bentuk apapun dengan cara-cara yang tidak bermartabat, dipastikan tidak ada ruang dan toleransi sedikitpun.

"Jika pemimpin hanya mengejar ambisi kekuasaan dengan cara-cara yang tidak beradab dan tidak bermartabat, serta inkonstitusional dengan melakukan hasutan, tekanan, dan pecah belah. Mudah-mudahan cara-cara yang dipergunakan ini bukan karena Demokrat yang terus membangun koalisi dengan rakyat," ujarnya.

"Kalau ada orang yang berpikiran ingin membeli dan melakukan kudeta di Demokrat, jelas pemikiran yang keliru dan sesat," pungkasnya.

Baca juga: Amankan Vaksin Covid-19 Sinovac Dosis Kedua, Dinas Kesehatan Ponorogo Batasi Nakes Ikut Vaksinasi

Baca juga: Gunung Semeru Lumajang Keluarkan Awan Panas, Warga Diimbau Tak Beraktivitas 4 KM di Sektor Lereng

Penulis: M Sudarsono
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Ambon
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved