Breaking News:

Masih Zona Merah, Trenggalek Larang Hajatan Pernikahan Digelar

Hajatan pernikahan di Kabupaten Trenggalek dilarang untuk digelar. Aturan itu merujuk pada kondisi kasus Covid-19 masih tergolong dalam zona merah

TribunJatim.com/ Aflahul Abidin
Rapid Test di halaman Pasar Bendo Trenggalek 

Reporter : Aflahul Abidin | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, TRENGGALEK - Hajatan pernikahan di Kabupaten Trenggalek dilarang untuk digelar.

Aturan itu merujuk pada kondisi kasus Covid-19 yang masih tergolong dalam zona merah atau wilayah dengan risiko tinggi penularan virus SARS-CoV-2.

Bupati Trenggalek Mochamad Nur Arifin mengatakan, aturan larangan itu sudah diatur ketika Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) jilid dua.

"Untuk hajatan, semua pesta, kegiatan sosial-budaya, semua dilarang," kata pria yang akrab disapa Mas Ipin.

Pernikahan, jelas dia, tetap bisa digelar tanpa ada pesta. Dalam aturannya, pemkab mengatur pernikahan hanya boleh digelar ijab kabul saja.

Pelaksanaan ijab kabul pun diatur dengan batas maksimal pendamping 15 orang.

Baca juga: Isi Surat AHY ke Jokowi Soal Kudeta Partai Demokrat, Moeldoko Sebut AHY Baper: Jangan Ganggu Istana

Baca juga: Satpol PP Tulungagung Bantah Sita KTP Saat Operasi Yustisi, Ini Dalihnya

Baca juga: Axl Ramanda Indonesian Idol Tereliminasi, Padahal Dapat 4 Standing Ovation, Ini Top 10 yang Lolos

"Tidak perlu lagi ada pesta," ungkap Mas Ipin kepada TribunJatim.com.

Ketika PPKM jidil satu, pemkab masih melonggarkan aturan soal hajatan. Saat itu, hajatan boleh digelar dengan aturan ketat.

Seperti, menerapkan protokol kesehatan dengan memakai masker dan menjaga jarak, membatasi jumlah undangan 30 orang dalam sekali sesi, tidak menjabat tangan, dan tidak menyediakan makan di tempat.

Meski demikian, masih ada penggelar hajatan yang tidak taat aturan. Tim gabungan sempat menertibkan beberapa pesta pernikahan yang tidak patuh protokol kesehatan.

Aturan baru ini diharapkan bisa menekan penularan Covid-19 di wilayah Trenggalek. Juga untuk mencegah adanya klaster hajatan.

Berdasarkan data Dinas Komunikasi dan Informatika Kabupaten Trenggalek per Senin (1/2/2021), total ada 2.241 kasus Covid-19.

Rinciannya, 606 pasien aktif, 1.514 sembuh, dan 121 meninggal dunia.

Penulis: Aflahul Abidin
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved