Breaking News:

Terpidana Ronda Malam Maut Bebas, Putusan Kasasi MA Tetap Menghukumnya 6 Bulan

MA menolak permohonan kasasi Kejaksaan Negeri (Kejari) Tulungagung, atas perkara penganiayaan yang dilakukan Agus purnomo (38) alias Gaguk,

istimewa
Gaguk saat bebas dari Lapas Kelas IIB Tulungagung 

“Putusan MA sudah final. Tidak ada lagi proses hukum yang harus dijalani Gaguk,” ujar Hery kepada TribunJatim.com. .

Kasi Intelejen Kejari Tulungagung, Agung Tri Radityo mengaku telah menerima petikan putusan kasasi dari MA.

Putusan itu sudah berkekuatan hukum tetap, karena itu pihaknya akan mengeksekusi perkara ini.

Tidak pidana yang menjerat Gaguk terjadi pada 13 Mei 2020 malam, di Desa Demuk, Kecamatan Pucanglaban.

Saat itu warga yang berjaga malam di masa pandemi virus corona melihat sosok laki-laki yang berjalan sambil membawa pisau.

Belakangan diketahui laki-laki itu adalah Sarto (54), warga Dusun Jati, Desa Maron, Kecamatan Kademangan, Kabupaten Blitar, seorang ODGJ.

Khawatir Sarto akan melakukan kejahatan, sejumlah warga mengepungnya dengan maksud merebut pisau yang dibawanya.

Diam-diam Gaguk mendekat dari arah belakang dan berhasil menjatuhkan Sarto.

Saat terjatuh itulah kepala Sarto membentur aspal jalan hingga pingsan.

Ia sempat memburuk saat dibawa pulang, kemudian dirujuk ke RSUD dr Iskak Tulungagung.

Namun karena kondisinya terus memburuk, Sarto meninggal dunia.

Gaguk kemudian dituntut dua tahun enam bulan penjara, namun hakim Pengadilan Negeri (PN) Tulungagung memutus enam bulan penjara.

Karena hukuman dianggap terlalu ringan, JPU Kejari Tulungagung mengajukan banding.

Putusan Pengadilan Tinggi menguatkan putusan Pengadilan Negeri.

JPU kemudian mengajukan kasasi ke Mahkamah Agung.

Penulis: David Yohanes
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved