Breaking News:

Peluang IK-CEPA Untuk Dorong Ekspor, Jatim Konsisten Beri Konsultasi ke IKM dan UKM

kemitraan Indonesia – Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) digadang-gadang bakal menjadi angin segar dalam memulihkan ekonomi

Tribunjatim.com/Fikri Firmansyah
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan saat mengunjungi pabrik miwon beberapa waktu yang lalu. Miwon sendiri merupakan salah satu pabrik milik Korsel yang beroperasi di Jatim. 

Reporter : Fikri Firmansyah | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Perjanjian kemitraan Indonesia – Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA) digadang-gadang bakal menjadi angin segar dalam memulihkan ekonomi nasional, khususnya disektor ekspor.

Tak mau ketinggalan, Jawa Timur pun juga telah siap memanfaatkan peluang yang baik dari adanya IK-CEPA tersebut.

Hal tersebut dikatakan langsung oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan.

"Upaya Jawa Timur melalui Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur dalam memanfaatkan IK-CEPA untuk meningkatkan ekspor Jatim adalah dengan konsisten dalam memberikan pendampingan, konsultasi, maupun sosialisasi terkait regulasi ekspor bagi pelaku Industri Kecil Menengah (IKM) maupun Usaha Kecil Menengah (UKM)," jelas Drajat kepada TribunJatim.com di Surabaya, Rabu (3/2/21).

Tipu Lelaki Lewat Michat, Wanita Asal Pacar Keling Surabaya Embat Ponsel Kenalannya

Polisi Amankan Pelaku Pembakaran Rumah di Jalan Rungkut Menanggal I, Motif Dendam ke Kakaknya

Ramalan Zodiak Besok Kamis, 4 Februari 2021: Capricorn Jangan Berlebihan, Cancer Hadapi Tantangan

Menurut Drajat, jika mengingat isi dari perjanjian kemitraan IK-CEPA sendiri, pemberian konsultasi terkait regulasi bagi para IKM dan UKM memang punya peran yang sangat vital.

Pasalnya, lanjutnya, IK-CEPA mencakup perdagangan barang yang meliputi elemen penurunan/penghapusan tarif, ketentuan asal barang, prosedur kepabeanan, fasilitasi perdagangan, dan trade remedies, perdagangan jasa, investasi, kerja sama ekonomi, serta pengaturan kelembagaan.

Ia mencontohkan, pada perdagangan barang, Korea Selatan akan mengeliminasi hingga 95,54 persen pos tarifnya.

Sementara Indonesia mengeliminasi 92,06 persen pos tarifnya.

"Adapun beberapa produk Indonesia yang tarifnya akan dieliminasi oleh Korea Selatan adalah bahan baku minyak pelumas, stearic acid, t-shirts, blockboard, buah-buahan kering dan rumput laut," tandasnya.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Yoni Iskandar
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved