Breaking News:

Sudah DP Pesawat Rp 400 Juta, Biro Jasa Umrah Kediri Hanya Pasrah Soal Larangan Masuk Arab Saudi

Biro Perjalanan Umroh dan Haji Multazam Pare Kediri hanya bisa pasrah dengan keputusan Pemerintah Arab Saudi yang melarang jamaah asal Indonesia untuk

TribunJatim.com/ Farid Mukarrom
Biro Umrah di Kediri pasrah soal larangan masuk Arab Saudi 

Reporter: Farid Mukarrom | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Biro Perjalanan Umroh dan Haji Multazam Pare Kediri hanya bisa pasrah dengan keputusan Pemerintah Arab Saudi yang melarang jamaah asal Indonesia untuk masuk ke negaranya.

Direktur PT Multazam Al Hadi salah satu pemilik biro umroh dan haji Syamsul Hadi mengatakan bahwa dirinya sudah mengetahui informasi ini sejak 2 hari sebelum pengumuman resmi Pemerintah Arab Saudi.

"Kami sudah dikasih tahu informasi ini melalui grup asosiasi pengusaha biro travel umroh dan haji Indonesia sejak beberapa hari lalu. Tetapi kami hanya pasrah karena ini adalah keputusan pemerintah Arab Saudi," ucapnya kepada SURYA.CO.ID Rabu (3/2/2021).

Polres Gresik Bongkar Sabu Dalam Wafer, Drama Pengedar Sabu Antar Kota Terkuak

Syamsul Hadi menuturkan bahwa dengan adanya informasi ini juga mengagetkan jama'ahnya yang hendak berangkat pada bulan Februari ini.

"Kami sebelumnya sudah menyiapkan sekitar 100 orang lebih atau sekitar 3 bus untuk memberangkatkan jamaah kami. Bahkan saya sudah sempat DP pesawat 400 juta kemarin untuk keberangkatan dalam waktu dekat ini. Tetapi kami hanya bisa patuh dan pasrah atas kebijakan ini," sambungnya.

Ia juga bersyukur meskipun dengan kebijakan yang sedikit mengecewakan ini jama'ahnya tak ada yang protes.

"Alhamdulillah mereka semua patuh dan setia dengan komando saya. Insya Allah kalau memang sudah ada waktu yang tepat, pasti jamaah kami akan kita berangkatkan. Bahkan jika dalam waktu menunggu ada jamaah saya yang meninggal dunia, maka uangnya kita kembalikan 100%," jelas Dirut PT Multazam Pare Kediri.

Syamsul Hadi juga mulai khawatir dengan kondisi saat ini apakah berpengaruh dengan keberangkatan haji tahun 2021.

"Kami hanya berdoa semoga segera ada jalan keluar, soalnya kami punya 450 jamaah haji yang siap untuk diberangkatkan tahun ini," ujarnya.

Sebagai tambahan informasi bahwa sebelumnya pemerintah Arab Saudi mengumumkan daftar 20 Negara yang tidak diperkenankan masuk Saudi termasuk Indonesia, pada Selasa kemarin (2/2/2021).

Peraturan baru ini berlaku mulai hari Rabu 03 Feb 2021 jam 21.00 hingga waktu yang tidak ditentukan

Diharapkan dari kebijakan itu perkembangan Virus Covid-19 dapat dikontrol dengan mencegahnya virus masuk dari luar negara.

Adapun negara negara yang tidak diperkenankan masuk adalah: Argentina, Uni Emirat Arab, Jerman, Amerika Serikat, Republik Indonesia, Irlandia, Italia, Pakistan, Brasil, Portugis, Inggris, Turki, Afrika Selatan, Swedia, Swiss, Prancis, Lebanon, Mesir, India, Jepang dan warga negara yang diperbolehkah tapi dalam 14 hari terakhir masuk ke 20 negara yang dilarang.

Penulis: Farid Mukarrom
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved