Breaking News:

Kemitraan IK-CEPA Selaras Semangat Jatim: Peluang Besar Tingkatkan Neraca Dagang dengan Korsel

Tanda tangani K-CEPA Indonesia dan Korea Selatan. Peluang peningkatan perdagangan luar negeri datang di tengah pandemi Covid-19.

Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/FIKRI FIRMANSYAH
(kanan-kiri) Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa dan Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan saat menghadiri pelepasan ekspor global di Lamongan pada Desember 2020 lalu. 

Reporter: Fikri Firmansyah | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Di tengah penurunan kinerja perekonomian akibat pandemi virus Corona ( Covid-19 ), peluang peningkatan perdagangan luar negeri justru datang dengan mulai ditandatanganinya Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif atau Indonesia – Korea Comprehensive Economic Partnership Agreement (IK-CEPA).

Penandatangan perjanjian tersebut menjadi potensi peningkatan perdagangan luar negeri dan pendorong investasi dua arah antara Indonesia dan Korea Selatan (Korsel).

Peluang tersebut sendiri juga selaras dengan semangat yang dimiliki Jawa Timur, seperti yang diharapkan oleh Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa, untuk terus mendorong kinerja ekspor dan mempercepat kinerja investasi.

Tipu Lelaki Lewat Michat, Wanita Asal Pacar Keling Surabaya Embat Ponsel Kenalannya

Ramalan Cinta Zodiak Kamis, 4 Februari 2021: Pasangan Libra Berubah, Pisces Lajang Ada Kenalan Baru

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Jawa Timur, Drajat Irawan menjelaskan perjanjian kemitraan IK-CEPA sebenarnya telah diinisiasi sejak tahun 2012, kemudian setelah mengalami beberapa fase perundingan akhirnya ditandatangani pada tanggal 18 Desember 2020 di Korea Selatan.

Kata Drajat, sebelum IK-CEPA ditandatangani, Korea dan Indonesia sendiri, serta bersama dengan negara-negara ASEAN lainnya, juga telah memiliki perjanjian perdagangan yaitu ASEAN-Korea FTA atau AK FTA.

"Perjanjian IK-CEPA merupakan tonggak penting dalam hubungan bilateral antara Indonesia dan Korea Selatan, mengingat Korea Selatan yang semakin tertarik untuk menjadikan Indonesia sebagai new production base di ASEAN. Selain itu pemberlakuan perjanjian ini juga merupakan momentum penting mengingat Korea Selatan adalah salah satu mitra dagang potensial bagi Indonesia dan utamanya Jawa Timur," ujar Drajat kepada TribunJatim.com di Surabaya, Rabu (3/2/21).

Siap-siap, Kota Surabaya Bakal Berlakukan Parkir dengan Tarif Kelipatan: Mulai Saat Masuk Jam Ketiga

Girap-girap Polisi di Lamongan Gerebek Anggota Satpol PP Pengedar Sabu, Ternyata Positif Covid-19

Tak hanya itu saja, dikatakan pula oleh Drajat, Korea Selatan juga merupakan salah satu mitra strategis yang menawarkan berbagai potensi, mengingat produk domestik bruto dan daya masyarakat Korea Selatan yang tinggi.

“Oleh karenanya, bagi Jawa Timur, berlakunya IK-CEPA merupakan peluang besar untuk meningkatkan neraca perdagangan Jawa Timur dengan Korea Selatan, mengingat negara tersebut merupakan salah satu negara utama ekspor Jawa Timur,” sambung dia.

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved