Breaking News:

Virus Corona di Surabaya

Besok Jajaran Pemkot Surabaya Skrining Donor Plasma Konvalesen, Bakal Diikuti 200 Penyintas Covid-19

Gerakan donor plasma konvalesen akan semakin digencarkan di Surabaya. Besok akan dilakukan skrining massal di lingkungan Pemkot Surabaya.

Penulis: Yusron Naufal Putra | Editor: Hefty Suud
TRIBUNJATIM.COM/YUSRON NAUFAL PUTRA
Plt Wali Kota Surabaya bersama Kapolrestabes Surabaya saat meninjau kegiatan skrining donor plasma konvalesen beberapa waktu lalu. 

Reporter : Yusron Naufal Putra | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Gerakan donor plasma konvalesen akan semakin digencarkan di Surabaya.

Hal tersebut dilakukan untuk mendorong kesembuhan pasien virus Corona ( Covid-19 ) di Kota Pahlawan.

Pemkot Surabaya bakal memulai gerakan tersebut dengan menggelar skrining massal di lingkungan Pemkot, Sabtu (6/2/2021) besok. 

Kode Terakhir Pilot Afwan Clear ke ATC, Kronologi 11 Kali Dipanggil Tak Respons, Tersisa Teka-teki

Kunjungi IIK BW, Kemenkes Ungkap Kebutuhan Tenaga Kesehatan Tradisional

Plt Wali Kota Surabaya Whisnu Sakti Buana mengatakan, rencananya skrining itu akan diikuti oleh 200 orang dari jajaran Pemkot Surabaya

Skrining donor plasma konvalesen itu bakal digelar di Gedung Wanita, Jalan Kalibokor Selatan, Kecamatan Gubeng. 

"Hari Sabtu dan kita akan mulai pukul 08.00 WIB,” kata Whisnu.

Sebanyak 200 orang akan dilakukan proses skrining oleh PMI Surabaya. Jika lolos, mereka akan dihubungi oleh PMI untuk melakukan donor plasma konvalesen di kantor PMI Surabaya.

Jumlah 200 itu memang menurun dari rencana sebelumnya yang menargetkan sebanyak 500 orang penyintas Covid-19. Mereka terdiri dari jajaran Pemkot dan masyarakat. 

20 Februari Ayu Ting Ting Seharusnya Menikah Tapi Batal, Rugi Miliaran Rupiah, Pihak WO: Ada Problem

BERITA TERPOPULER JATIM: Penjual Nasi Goreng Viral di Tulungagung - Antisipasi Erupsi Gunung Raung

Namun, lantaran keterbatasan jumlah petugas, maka skrining besok itu hanya akan diikuti sebanyak 200 orang jajaran Pemkot. 

"PMI siapnya 200 orang perhari, maka kita batasi dulu 200 orang untuk jajaran Pemkot. Jadi, ini kita pilih jajaran Pemkot supaya bisa memberikan tauladan kepada masyarakat," ujarnya. 

Namun, Whisnu tetap mengharapkan gerakan ini akan terus gencar di Surabaya. Bagi warga yang ingin mengikuti skrining, nantinya Pemkot bakal mengatur skema. 

Whisnu memastikan akan tetap mendata warga yang ingin berpartisipasi dalam mendonorkan plasma konvalesen. 

"Nanti kita atur skemanya lagi, karena memang kebutuhannya masih cukup tinggi," terang Whisnu.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved