Breaking News:

Banjir Lahar Gunung Semeru Seret 1 Minibus di Lumajang

Banjir lahar dingin dari Gunung Semeru kembali menerjang Daerah Aliran Semeru (DAS), Senin (8/2/2021).

ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Banjir lahar dingin saat menerjang Daerah Aliran Semeru (DAS), yang berlokasi di bawah Jembatan Piket Nol, Kecamatan Pronojiwo, Kamis (3/12/2020). 

Reporter : Tony H | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Banjir lahar dingin dari Gunung Semeru kembali menerjang Daerah Aliran Semeru (DAS), Senin (8/2/2021).

Akibat kejadian itu sebuah minibus di Sungai Sumbersari, Desa Supit Urang, Kecamatan Prunojiwo, Kabupaten Lumajang hanyut terseret banjir.

Kejadian tersebut juga sempat direkam video oleh warga setempat. Terekam jelas detik-detik mobil Panther tersebut terseret arus banjir lahar.

Menurut informasi yang dihimpun, kejadian itu bermula saat sang pemilik mobil tengah mengantar bahan bakar untuk alat berat di sekitar lokasi, dan memarkir mobilnya di bibir sungai.

Tak lama kemudian, tiba-tiba banjir lahar datang dan menerjang aliran Sungai Sumbersari hingga menyeret minibus tersebut. Dan diketahui mobil berjenis Panther itu milik Muhammad Sudi warga Lumajang.

Terkait kejadian itu, Kepala Pelaksana Pelaksana BPBD Lumajang, Indra Wibowo Laksana mengatakan, kecelakaan tersebut terjadi karena kelalaian sopir.

Sebab sebelum banjir datang sebetulnya sudah ada tanda-tanda alam.

"Mestinya jika di kawasan puncak Gunung Semeru terlihat mendung aktivitas di sekitaran DAS harus segera dihentikan. Termasuk mobil harus dijauhkan dari bibir sungai," ujar Indra, Senin (8/2/2021).

Untungnya, kata Indra dalam peristiwa ini tidak ada korban jiwa. Meski demikian, korban ditaksir mengalami kerugian hingga puluhan juta rupiah.

Seusai Curi Motor Untuk Judi Online, Pria di Malang Cium Kaki Ibu Kandungnya

Kisah Gus Baha yang Pernah Kalah Debat dengan Santri: Baru Kali Ini Saya Kalah

18 Tahun Berseteru, Inul Daratista Pernah Ungkap Alasan Tak Mau Sepanggung Sama Rhoma Irama: Gak Ada

"Setelah kami cek lapangan Alhamdulillah sopir tidak ikut hanyut," ujarnya.

Dengan peristiwa itu, Indra pun mengimbau kepada masyarakat, untuk selalu meningkatkan kewaspadaan, selain dari aktivitas vulkanik Gunung Semeru maupun cuaca ekstrem.

"Di lereng itu kan masih ada banyak sisa-sisa tumpukan lahar. Saya berharap semua teman-teman yang bekerja di DAS selalu meningkatkan kewaspadaan. Kalau lengah ya ini akibatnya," pungkasnya kepada TribunJatim.com.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved