Breaking News:

Dewan Ingatkan Perusahaan di Pasuruan Aktif Ikut Konservasi Lingkungan Akibat Alih Fungsi Lahan

DPRD ingatkan perusahaan untuk aktif ikut konservasi lingkungan akibat alih fungsi lahan di Kabupaten Pasuruan.

Penulis: Galih Lintartika | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/GALIH LINTARTIKA
Penanaman pohon dalam rangka kewajiban perusahaan atas pemanfaatan air dan tanah di Kabupaten Pasuruan, Senin (8/2/2021). 

Banyak alih fungsi lahan yang digunakan untuk permukiman berupa perumahan, industri, sektor usaha seperti pertambangan dan masih banyak lainnya.

19 Daerah di Jawa Timur Telah Rampungkan Vaksinasi Covid-19 Dosis Pertama SDM Kesehatan

Terungkap Identitas Mayat Laki-laki di Sawah Kediri, Kapolsek Sebut Warga Kabupaten Pasuruan

"Alih fungsi lahan inilah yang mempengaruhi berkurangnya kawasan resapan air. Sehingga, pemanfaatan itu sudah tidak terkendali dan banyak menutup resapan air," katanya.

Ia mengatakan, ini harus dikendalikan. Jangan sampai lahan-lahan hijau, yang berfungsi sebagai resapan air dialifungsingkan untuk kepentingan lain.

"Jika tidak diatur, tidak menutup kemungkinan Pasuruan akan dihantui bencana alam. Bisa longsor, banjir dan lainnya," jelas dia.

Satu contoh kasus, kata Sugik, banjir yang terjadi di Kepulungan kemarin.

Ia meyakini, salah satu penyebabnya adalah minimnya resapan air di atas aliran sungai itu.

Diskopindag Kota Malang Gelar Pelatihan Makeup, Kembangkan Keterampilan Pelaku UMKM

31 Pejabat Pemkot Malang Dimutasi, Termasuk Enam Kepala Dinas, Berikut Daftarnya!

Jadi, banyak resapan air yang dialifungsikan untuk usaha atau industri, sehingga saat air melimpah akibat curah hujan tinggi tidak terserap ke tanah.

"Harusnya air ini kan terserap ke tanah kalau resapan air atau lahan-lahannya tidak difungsikan untuk tambang, industri dan lainnya," ujar dia.

Namun, karena sudah dialihfungsikan, maka air melimpah dan ada di permukaan. Sehingga terjadi banjir, termasuk membawa pohon-pohon.

"Intinya, kalau bicara soal konservasi lingkungan jangan sepotong-potong. Harus klir, hulu sampai hilirnya. Harus ada kompak semua pihak memikirkan hal ini," jelas dia.

Halaman
123
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved