Masyarakat Indonesia Ingin Pilpres Diikuti Lebih dari Dua Pasangan Calon

embaga survei Indikator Politik Indonesia menyebut mayoritas masyarakat ingin pemilihan presiden bisa diikuti lebih dari dua pasangan calon.

(KOMPAS.com/GARRY LOTULUNG)
Pasangan capres-cawapres nomor urut 01 Joko Widodo dan Maruf Amin mengikuti debat kelima Pilpres 2019 di Hotel Sultan, Jakarta, Sabtu (13/4/2019). Debat kelima tersebut mengangkat tema Ekonomi dan Kesejahteraan Sosial, Keuangan dan Investasi serta Perdagangan dan Industri. 

Reporter : Bobby Koloway | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Lembaga survei Indikator Politik Indonesia menyebut mayoritas masyarakat ingin pemilihan presiden bisa diikuti lebih dari dua pasangan calon.

Partai politik diminta untuk membuka peluang rekrutmen calon terbaik secara lebih maksimal.

Dari survei Indikator terbaru, sebanyak 60,7 persen masyarakat menghendaki agar pilpres diikuti lebih dari dua pasangan calon. Hanya 33,5 persen responden yang meminta pemilihan presiden diikuti oleh dua pasangan calon saja supaya lebih sederhana.

"Mayoritas publik ternyata menghendaki agar pilpres diikuti oleh lebih dari dua pasangan calon," kata Direktur Eksekutif Indikator Politik Indonesia Burhanuddin Muhtadi pada penjelasannya.

Selain itu, masyarakat juga berharap agar partai politik bisa membuka ruang seluas-luasnya untuk seleksi pemimpin nasional.

Hasil Liga Spanyol - Gasak Getafe 2-0, Real Madrid Dekati Atletico di Klasemen LaLiga

Perahu Nelayan Tuban Diungsikan ke Terminal Baru di Kecamatan Jenu, Hindari Risiko Gelombang Besar

Pantas Batal Nikah, Ayu Ting Ting Pernah Sebut Pasti Tolak 1 Permintaan Adit Soal Uang: Bunuh Jiwaku

"Untuk membuka peluang rekrutmen pemimpin nasional secara lebih terbuka bagi munculnya calon terbaik," kata Burhanuddin kepada TribunJatim.com.

Implikasi lainnya, Burhanuddin menilai pentingnya revisi UU Pemilu, khususnya yang berkaitan dengan ambang batas pencalonan Presiden (Presidential Threshold). Sebaiknya, Presidential threshold diturunkan dari Pemilu sebelumnya yang masih mencapai 20 persen.

"Tentu, akan ada implikasinya. Terutama, soal pembahasan Presidential Threshold. Kalau Presidential threshold masih sama seperti sebelumnya, apalagi kalau dinaikkan, maka, kemungkinan ya cuma dua pasangan calon," kata Burhanuddin kepada TribunJatim.com.

Bertajuk 'Aspirasi Publik Terkait Undang- Undang Pemilihan Umum Dan Pilkada', survei ini memotret harapan masyarakat terhadap perbaikan sistem pemilu. Di antaranya, terkait jadwal pelaksanaan pilkada dan pemilu.

Survei dilakukan pada 1-3 Februari 2021 dengan menggunakan metode simple random sampling. Jumlah sampel mencapai 1.200 responden yang berasal dari seluruh provinsi dengan distribusi secara proporsional dengan toleransi kesalahan (margin of error--MoE) sekitar ±2.9% pada tingkat kepercayaan 95% .

Untuk diketahui, sejak pemilihan secara langsung di 2004, jumlah pasangan calon presiden dan wakil presiden terus menurun. Dari 5 paslon di Pilpres 2004, kemudian 3 paslon di Pilpres 2009, lanjut 2 paslon di Pilpres 2014, dan 2 paslon di Pilpres 2019.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved