Breaking News:

Jalan di Lumajang Banyak Jalan Yang Rusak Ditambal Sulam

Jalan rusak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur bukan jadi penampakan aneh. Mulai jalan desa, kabupaten, dan provinsi kondisinya banyak yang rusak

tony hermawan/Tribunjatim
Tampak pekerja sedang memperbaiki ruas Jalan Gading Sari, Lumajang, Kamis (11/2/2021). 

Reporter : Tony H | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, LUMAJANG - Jalan rusak di Kabupaten Lumajang, Jawa Timur bukan jadi penampakan aneh. Mulai jalan desa, kabupaten, dan provinsi kondisinya banyak yang rusak dan berlubang.

Hampir setiap hari banyak laporan pengendara terperosok dan jatuh akibat lubang jalan. Seringkali, keluhan itu disampaikan masyarakat melalui grup Facebook Lapor Lumajang.

Sangking banyaknya aduan itu, sampai-sampai ada satu di antara jalan nasional yang akhirnya diperbaiki. Yaitu di beberapa ruas Jalan Gading Sari.

Di kawasan itu terlihat banyak pekerja sedang sibuk memperbaiki jalan, utamanya di titik-titik yang berlubang.

Sayangnya, jika diamati secara seksama kondisi jalan yang berlubang setelah diperbaiki bukannya tambah mulus. Tetapi justru malah jadi bergelombang, karena menebal satu hingga dua sentimeter.

E-Tilang Kembali Bakal Diberlakukan di Surabaya, Tak Hanya Andalkan CCTV, Polisi Juga Pakai Body Cam

Ketua DPD RI, AA LaNyalla Dukung Kebijakan Presiden Jokwi Soal Pemulihan Ekonomi Daerah

35 Kata-kata Bijak Tahun Baru Imlek 2021 dalam Bahasa Inggris dan Indonesia, Bagikan ke Keluarga

Akibatnya, banyak kendaraan bermotor yang harus lebih meningkatkan kewaspadaan ketika lewat.

Seperti Alda pengendara motor yang sering melewati jalan tersebut mengatakan, perbaikan itu justru membuat pengendara semakin tidak nyaman.

Sebab, setelah terbiasa dengan kondisi jalan berlubang kini pengendara mendapat tantangan baru melintasi jalan bergelombang.

"Ini sangat bahaya, soalnya sering dijalan ada truk-truk besar, kita harus hati-hati tapi juga melewati jalan gelombang,” kata Alda kepada TribunJatim.com, Kamis (11/2/2021).

Sementara itu, Arif salah satu pekerja menjelaskan, perbaikan jalan memang sengaja dibuat menebal. Tambal sulam dianggap masih bisa jadi solusi darurat.

Sebab, setelah dilewati banyak kendaraan kondisi jalan bisa kembali normal.

"Standartnya memang gini ditambal agak tebal tapi nanti lama-lama bisa rata. Kalau rusaknya parah baru diperbaiki total," pungkasnya kepada TribunJatim.com.

Penulis: Tony Hermawan
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved