Breaking News:

Tanggapan Arema FC Soal Rapat Yang Digelar Menpora Untuk Mengais Restu Dari Polri

Manajemen Arema FC memberikan tanggapan pasca Menpora menggelar rapat besar bersama pihak Polri terkait izin kompetisi musim ini.

SURYA/DYA AYU
General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, Selasa (26/3/2019). 

Reporter : Dya Ayu I Editor : Ndaru Wijayanto

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), Rabu (10/2/2021) kemarin telah menggelar rapat untuk membahas izin sepak bola di Indonesia.

Rapat yang digelar di Kantor Kemenpora, Jakarta Pusat itu dihadiri oleh pejabat Polri, Ketum PSSI, KONI Pusat, Satgas Penanganan COVID-19, dan juga PT Liga Indonesia Baru (LIB).

Rapat itu sebagai tindak lanjut Menpora setelah bertemu dengan Kapolri dua hari sebelumnya.

Agenda rapat kemarin ialah mendengar presentasi PSSI dan PT LIB soal pemaparan rancangan kegiatan, khususnya soal turnamen dan kompetisi 2021, sekaligus penerapan protokol kesehatan.

Pemaparan itu nantinya akan dijadikan bahan pertimbangan Polri dalam memberi izin keramaian.

Terkait langkah maju tersebut, Manajemen Arema FC memberikan apresiasi dan meminta pihak Polri bisa mengeluarkan izin agar terselenggaranya kompetisi.

"Alhamdulillah mulai dari Menpora ke Mabes Polri untuk menemui Kapolri, kemudian kemarin balasan atau tindak lanjutnya dari Menpora beserta PSSI, PT LIB, Polri dan juga pihak terkait, lalu federasi sudah menjelaskan secara rinci," General Manager Arema FC, Ruddy Widodo, Kamis (11/2/2021).

"Mudah-mudahan bisa menjadi pertimbangan stake holder di Mabes Polri untuk memberi izin," imbuhnya.

Ruddy berharap izin segera diberikan, sebab selama vakum sudah banyak pihak yang dirugikan.

Bahkan klub siap berkorban jika memang restu Polri turun, dengan menyetujui laga tanpa penonton. Meski, keputusan itu bakal berpengaruh besar pada pendapatan klub.

Seperti diketahui, tiket penonton jadi salah satu sumber pendanaan terbesar di klub. Namun klub setuju jika itu memang jadi syarat yang harus dilakukan agar izin kompetisi bisa diberikan.

"Vakum hampir setahun ini benar-benar membuat semua pihak di industri sepak bola merugi. Musim terberat dalam sepak bola Indonesia," jelasnya.

"Semua sudah banyak berkorban agar sepak bola kembali beraktivitas kembali. Mulai dari laga tanpa penonton, hingga tidak boleh ada nobar dan kerumunan suporter. Semoga Mabes segera memberi izin," tutup Ruddy Widodo.

Penulis: Dya Ayu
Editor: Ndaru Wijayanto
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved