Breaking News:

Penjual Peti Mati di Ponorogo Sering Kehabisan Stok Selama Pandemi Covid-19, Sepekan Laku 18 Buah

Penjual peti mati di Ponorogo sering kehabisan stok selama pandemi Covid-19. Sepekan bisa menjual 18 buah.

TRIBUNJATIM.COM/SOFYAN ARIF CANDRA
Pandemi Covid-19, penjual peti mati di Ponorogo sering kehabisan stok, Jumat (12/2/2021). 

Reporter: Sofyan Arif Candra Sakti | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, PONOROGO - Penjual peti mati di Ponorogo sering kehabisan stok selama masa pandemi Covid-19 (virus Corona).

Seorang penjual peti mati, Basuki menyebutkan, permintaan peti selama pandemi Covid-19 ini sangat tinggi.

Bas, sapaan akrabnya mengatakan, dalam sepekan dirinya bisa menjual tak kurang dari 18 peti.

"Kalau sebelum pandemi dulu, satu bulan belum tentu terjual satu peti. Tapi pandemi ini kita selalu kehabisan stok," kata Bas, Jumat (12/2/2021).

Bas sendiri mendatangkan peti mati dari Kabupaten Wonogiri dan Kabupaten Jepara, Jawa Tengah.

Jelang Pelantikan Sugiri Sancoko-Lisdyarita, Pemkab Ponorogo: 3 Pasang Baju Sudah Siap

Satu Keluarga Penumpang Mobil yang Tertabrak Kereta di Blitar Ternyata 5 Orang, Ada yang Masih Bayi

"Sebelum pandemi, untuk mendatangkan peti ini mudah, tapi sekarang karena permintaannya tinggi, kita selalu kehabisan," ucap Bas.

"Seperti sekarang ini, saya sudah pesan sejak tiga minggu yang lalu. Tapi sampai hari ini belum datang," lanjutnya.

Walaupun permintaan sedang tinggi, Bas mengaku harga pasaran peti mati tidak berubah.

Mulai dari Rp 500 ribu, Rp 1 juta, Rp 2 juta dan di atasnya.

Satu Keluarga Positif Covid-19, Akses Satu Kampung di Desa Trisono Ponorogo Ditutup

Pemkot Madiun Lakukan Vaksinasi Covid-19 Kedua, Maidi Ajak Masyarakat Sukseskan Program Vaksinasi

Halaman
12
Penulis: Sofyan Arif Candra Sakti
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved