Breaking News:

Berkarib Kebisingan Jalanan Wonokromo, Kisah Kakek 3 Cucu Selama 46 Tahun Tekuni Reparasi Jam Tangan

Deru mesin kendaraan bertalu-talu yang melintas berkelebatan di depan lapak reparasi jam tangan milik Arif (64) di bahu Jalan Wonokromo, Wonokromo

Penulis: Luhur Pambudi | Editor: Januar
TribunJatim.com/ Luhur Pambudi
Kisah Arif, pereparasi jam tangan di Wonokromo, Surabaya 

Bahkan ia masih ingat sepanjang ruko terdapat pagar besi yang membatasi antara trotoar pejalan kaki dengan ruas jalan utama yang berbahan aspal.

"Di sana masih 1 jalur. Pasar DTC belum dibangun masih berupa lapangan. Kalau bangunan ruko, tetap. Komplek toko lawas. Dulu itu, warkop, adalah kantor pos," terangnya seraya mengarahkan tangannya ke warkop tersebut.

Mengingat kehidupannya masa muda saat dirinya merintis usaha reparasi jam tangan hingga sekarang, diakui Arif membuatnya geleng-geleng kepala. 

Di tambah lagi, dirinya juga menjadi satu diantara orang tua di kawasan tempatnya membuka lapak, yang merekam perubahan wajah Kota Surabaya dari jaman ke jaman.

Di usia senjanya ini, ia mengaku masih ingin terus menekuni usahanya tersebut. Baginya, hanya itu cara Arif mensyukuri anugerah kesehatan yang begitu nikmat hingga detik ini, diusia tua.

Selain itu, cara lain bagi Arif sebagai upaya mensyukuri kesehatan sebagai kenikmatan dari Sang Pencipta, adalah dengan tidak merokok.

Arif mengaku sempat memiliki kebiasaan merokoknya sejak remaja. Namun seiring dirinya dewasa, ia menyadari bahwa kebiasaan merokok dapat memicu berbagai macam penyakit dalam tubuh. Semenjak muncul kesadaran itu, Arif tak lagi merokok, hingga detik ini.

"Ya berhenti sampai sekarang. Alhamdulillah sadar kesehatan, tidak gampang kena penyakit," pungkasnya.

Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved