Breaking News:

Agar Bisnis Bisa Cuan, Ini Lima Hal Penting yang Harus Dipersiapkan Pendiri Start Up

Membangun start up tidak hanya cukup dengan bermodalkan ide bisnis yang telah tervalidasi serta memecahkan permasalahan masyarakat, atau niat

Istimewa/TribunJatim.com
Achsania Hendratmi 

Menurut Achsania, tren start up saat ini adalah menyusun business model dengan menggunakan metode BMC (Business Model Canvas). 

“Business model bukanlah suatu kerangka yang permanen. Pebisnis harus terus memperbaiki model bisnisnya seiring dengan perubahan-perubahan eksternal yang cepat,” ucapnya.

Ketiga, menyiapkan financial projection.

Permasalahan yang sering terjadi pada mahasiswa yang merintis start up adalah paradigma ‘jalan dulu saja, kalau sudah besar baru buat proyeksi keuangan’.

Kendati demikian, menurut Achsania, paradigma tersebut kurang tepat karena memulai start up di tahap awal juga perlu mempersiapkan financial projection atau proyeksi keuangan.

Financial projection biasanya terdiri dari forecast neraca, laporan rugi-laba, dan forecast arus kas.

Selain itu, hal yang paling penting adalah analisa investasi untuk mengetahui break event point (BEP), payback period, dan perhitungan yang lain.

“Dalam beberapa kasus saya sering menemui start up UNAIR yang tidak menyiapkan financial projection dengan alasan tidak ada tim dari anak ekonomi atau akuntansi. Oleh karena itu ketika menyusun tim sebaiknya Chief Executive Officer (CEO) mempertimbangkan benar-benar untuk merekrut Chief Financial Officer (CFO) untuk mengurus aspek keuangan bisnis,” jelas Achsania.

Keempat, menyiapkan intellectual property.

Kata Achsania, persiapan intellectual property seringkali dilupakan atau bahkan tidak terpikirkan oleh para pendiri start up khususnya mahasiswa.

Halaman
1234
Penulis: Fikri Firmansyah
Editor: Januar Adi Sagita
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved