Virus Corona di Malang

Bupati Malang Tunggu Instruksi Pusat Terkait Vaksin Sinovac untuk Lansia: Screening Ketat Perlu

Pemerintah Kabupaten Malang tunggu instruksi Pemerintah Pusat terkait penggunaan vaksin Sinovac untuk lansia. Bupati Sanusi: screening ketat perlu.

Penulis: Erwin Wicaksono | Editor: Hefty Suud
ISTIMEWA/TRIBUNJATIM.COM
Ilustrasi vaksin Covid-19. 

Reporter: Erwin Wicaksono | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, MALANG - Pemerintah Kabupaten Malang tetap menggunakan vaksin Sinovac untuk vaksinasi virus Corona ( Covid-19 ) lansia di Kabupaten Malang.

Namun, secara teknis pemerintahan yang dipimpin oleh Bupati Malang, Muhammad Sanusi ini masih menunggu instruksi Pemerintah Pusat.

"Nanti lihat ketentuannya dulu. Mungkin bisa lansia dari nakes, atau lansia yang pejabat. Karena kalau kemarin yang tidak memenuhi syarat tetap divaksin, bisa melanggar aturan," beber Sanusi singkat ketika dikonfirmasi.

Sambil Terisak, Juergen Klopp Angkat Tangan Pertahankan Gelar Liga Inggris

Mobil Honda Mobilio Terguling Usai Tabrak Pembatas Jalan di Kota Malang, Diduga Sopir Ngantuk

Kata Sanusi, lansia memiliki potensi penyakit penyerta alias komorbid. Alhasil screening ketat perlu dilakukan.

Sebagai solusi, Sanusi mengaku Pemkab Malang telah gencar melakukan sosialisasi vaksinasi Covid-19 via media sosial Instagram.

Di sisi lain, Kepala Dinas Kesehatan (Kadinkes) Kabupaten Malang Arbani Mukti Wibowo menyatakan ada 600 orang tenaga kesehatan (nakes) yang batal menerima vaksin Covid-19.

Lapas Kelas I Malang Siapkan Intelijen Pemasyarakatan, Cegah Barang Terlarang Dimiliki Warga Binaan

Angka Kesembuhan Pasien Covid-19 di Gresik Meroket, Daerah PPKM Mikro Menyusut Jadi 116 Desa

Sedangkan target yang dicanangkan Pemkab Malang untuk vaksinasi nakes mencapai 8 ribu orang. 

Penyebab penerima vaksin tidak lolos karena gagal melewati tahapan tes kesehatan.

"Mereka dibatalkan menerima vaksin ini karena memiliki riwayat penyakit komorbid. Sehingga bukan menjadi prioritas penerima vaksin,” kata Arbani.

Selain itu, ada 800 orang tenaga kesehatan yang ditunda menerima vaksin karena memiliki tensi darah tidak normal.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved