Breaking News:

Palsukan Nota dan Stempel di LPJ Dana Desa 2018, Mantan Kades Banjar Talela Terancam 6 Tahun Penjara

Mantan Kades Banjar Talela melakukan tindakan pemalsuan nota pembelian dalam lampiran LPJ. Sempat DPO, kini berhasil diringkus Polres Sampang.

TRIBUNMADURA.COM/HANGGARA PRATAMA
Tersangka (merah) saat berada di Mapolres Sampang, Madura, Senin (15/2/2021). 

Reporter: Hanggara Pratama | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SAMPANG - Mantan Kepala Desa (Kades) Banjar Talela, Kecamatan Camplong, Kabupaten Sampang, Madura diringkus Satreskrim Polres Sampang, Senin (15/2/2021). 

Pria bernama Ahmad Zaini (42) itu telah melakukan tindakan pemalsuan nota pembelian material, sekaligus stempel Toko Maju, salah satu toko di Kecamatan Camplong.

Kapolres Sampang, AKBP Abdul Hafidz mengatakan, tindakan kriminal tersebut dilakukan oleh tersangka saat masih menjabat Kades Banjar Talela, tepatnya Agustus 2018.

Baca juga: Bos Liek Motor Ditahan Polrestabes Surabaya, Usai Dilaporkan Adik Kandung Terkait Kasus Penganiayaan

Baca juga: Dua Pemain Timnas Indonesia U-22 Putuskan Mundur dari Pemusatan Latihan, Siapa?

Kala itu, Ahmad Zaini melakukan pemalsuan bersama bendaharanya atas nama Bayu Alam yang terlebih dahulu mendekap di penjara sejak 2019.

"Setelah ditetapkan sebagai tersangka, Ahmad Zaini melarikan diri ke luar kota, sehingga masuk Daftar Pencarian Orang (DPO)," ujarnya.

"Kemudian satu pekan yang lalu, tersangka kembali pulang dan berhasil diringkus oleh Tim Satreskrim Polres Sampang," imbuhnya.

Baca juga: Penerapan PPKM Mikro di Ponorogo Berjalan Sepekan, Tak Ada RT Berstatus Zona Merah Covid-19

Baca juga: Ramalan Cinta Zodiak Selasa, 16 Februari 2021: Scorpio Bikin Terpikat karena Romantis, Gemini Cemas

Ia menambahkan, jika keduanya telah melakukan pemalsuan tanda tangan pemilik Toko Maju, H Madani, sekaligus stempelnya.

Hal itu mereka lampirkan untuk Laporan Pertanggung Jawaban (LPJ) Dana Desa (DD) tahap II Tahun 2018.

"Tersangka disangkakan pasal 263 ayat 1 dan 2 KUHP Jo. pasal 55 ayat 1 ke 1e KUHP dengan ancaman hukuman enam tahun penjara," tegasnya.

Penulis: Hanggara Syahputra
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved