Breaking News:

Pasca Ambles Kondisi Jembatan Gedangsewu Pare Kediri Semakin Memperihatinkan dan Nyaris Putus

Kondisi jalan alternatif Kediri - Tulungagung di Desa Gedangsewu Kecamatan Pare Kabupaten Kediri terlihat nyaris putus.

farid Mukarrom/Tribunjatim
Kondisi terkini jembatan Gedangsewu Kecamatan Pare Kabupaten Kediri semakin parah dan nyaris putus pada Senin (15/2/2021) 

Reporter : Farid Mukarrom | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Kondisi jalan alternatif Kediri - Tulungagung di Desa Gedangsewu, Kecamatan Pare Kabupaten Kediri terlihat nyaris putus.

Jembatan yang dibangun pada tahun 1996 - 1997 itu diketahui sempat ambrol pada Jumat (22/1/2021) dan mengakibatkan satu mobil terperosok. Namun belum genap satu bulan pasca kejadian itu, saat ini kondisi jembatan Gedangsewu semakin memperihatinkan.

Supardi salah seorang warga Desa Gedangsewu Kecamatan Pare kabupaten Kediri menuturkan bahwa area amblesnya jembatan semakin besar.

"Hujan kemarin malam ini buat plengsengan dekat sini tergerus dan ambles. Jadinya kemarin sebelumnya yang rusak tak begitu besar, sekarang kondisinya seperti ini," ujarnya kepada SURYA.CO.ID Senin (15/2/2021).

Menurut Supardi warga sekitar Gedangsewu membangunkan jembatan darurat dari swadaya yang diperuntukkan pengguna sepeda motor.

Baca juga: Ratusan Mitra Geruduk Kantor Koperasi NMSI di Kota Kediri Tuntut Uang Kembali

Baca juga: Diduga Korupsi Rp 1,41 Miliar, Suropadi Camat Duduksampeyan Ditahan Penyidik Kejari Gresik

Baca juga: Kejari Kota Pasuruan Sudah Periksa Ratusan Perima BOP

"Warga sini bangun gotong royong bangun jembatan ini. Terus pengguna motor yang mau lewat, mereka bayar seikhlasnya. Kalau tak bayar juga tak apa - apa. Penting masyarakat bisa muternya tak jauh," imbuhnya.

Masih kata Supardi bahwa sebelumnya saat pertama kali kejadian amblesnya jembatan, masyarakat harus memutar sejauh 3 KM.

"Kurang lebih 3 hari pasca ambrolnya jembatan waktu itu. Orang sini gotong royong bangun jembatan seadanya dari bambu dan kayu," ucapnya.

Ia juga berharap Pemerintah Kabupaten Kediri segera melakukan penanganan untuk perbaikan jembatan ini.

"Kalau hujan semakin deras, kayaknya area yang ambles bertambah luas. Jadi kalau bisa segera dibangunkan lagi jembatan ini," harapnya.

Sementara itu Kasi Perencanaan Jalan dan JembatanDinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang Kabupaten Kediri Yudhit Prawinata mengatakan bahwa pihaknya sudah melakukan asesment untuk jembatan yang ambles tersebut.

"Kita melakukan assesment awal, sementara untuk anggarannya nanti menggunakan APBD atau anggaran reguler dari Dinas PUPR masih menunggu arahan dari pimpinan," singkatnya kepada TribunJatim.com.

Penulis: Farid Mukarrom
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved