Breaking News:

Ketangkap Basah Curi Motor di Kafe Surabaya, Eko Terancam Balik ke Penjara: Saya Kapok

Spesialis pencurian motor Eko Budiono ketangkap basah mencuri motor di Kafe Surabaya. Memohon ampun: saya kapok.

TRIBUNJATIM.COM/SAMSUL ARIFIN
Terdakwa kasus pencurian motor, Eko, saat jalani sidang secara daring di PN Surabaya. 

Reporter : Syamsul Arifin | Editor: Heftys Suud

TRIBUNJATIM.COM, SURABAYA - Spesialis pencurian motor (curanmor), Eko Budiono kembali menghadapi majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Surabaya

Kini ia dituntut satu tahun enam bulan penjara oleh jaksa atas kasus yang sama.

Dirinya mencuri motor yang parkir di kawasan Kafe Malaba, Jalan Raya Klakah Rejo No.42, Surabaya.

Baca juga: Hendro Siswanto Angkat Kaki, Begini Reaksi GM Arema FC Ruddy Widodo

Baca juga: Mantan Polisi di Bangkalan Nyambi Jadi Kurir Sabu Dituntut 9 Tahun Penjara: Saya Minta Keringanan

Warga Graha Mitra Asri Blok A No 8, Surabaya itu merupakan seorang residivis dengan kasus yang sama dan baru keluar penjara pada Agustus 2020. 

“Memohon kepada majelis hakim agar terdakwa Eko Budiono dihukum selama satu tahun enam bulan penjara,” kata jaksa Darwis, Selasa, (16/2/2021). 

Mendengar tuntutan ini, terdakwa memohon kepada  hakim agar hukuman tersebut diringankan. Ia mengaku menyesal telah merugikan orang lain, meskipun motor tersebut gagal dia curi. 

Baca juga: Arsya Bingung Kesepian, Ashanty dan 3 Kakaknya Positif Covid-19, Ngaku Rela Ikutan Sakit: Sama Bunda

Baca juga: Cerutu Jatim Kian Diminati Pasar Luar Negeri, PT BIN Berhasil Ekspor 20 Ribu Batang Perbulan di 2020

“Saya mohon keringanan yang mulia. Saya kapok dipenjara,” kata Eko. 

Eko mengaku pada saat itu butuh biaya untuk kehidupan sehari-hari. Sebab, setelah keluar dari penjara dirinya Ia tak kunjung mendapat pekerja. Hingga timbul niat jahat mencuri motor di kafe tersebut. 

“Setelah keluar penjara pak, dihukum lima tahun. Belum sempat saya bawa kabur motornya, sudah dihakimi warga," kata Eko menyesal.

Setelah mendengarkan permohonannya, majelis hakim menunda persidangan putusan pada minggu depan untuk mempertimbangkan hukuman yang setimpal untuknya. 

“Baik sidang ditunda minggu depan. Kami musyawarahkan dulu ya,” kata majelis hakim. 

Perbuatan terdakwa diatas sebagaimana diatur dan diancam pidana dalam pasal 363 ayat (1) ke- 5 KUHP juncto pasal 53 ayat (1) KUHP tentang pencurian.

Penulis: Samsul Arifin
Editor: Hefty Suud
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved