Breaking News:

Sungai Brangkal Mojokerto Meluap, Menggenangi Rumah Warga dan Rusak Dinding Tanggul

Sungai Brangkal Mojokerto meluap, rumah warga tergenang, dinding tanggul rusak. Debit air Sungai Brangkal meluap karena dipicu hujan lebat.

TRIBUNJATIM.COM/MOHAMMAD ROMADONI
Kondisi dinding penahan tanggul rusak diterjang derasnya air Sungai Brangkal, di Dusun/Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Senin (15/2/2021). 

Reporter: Mohammad Romadoni | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, MOJOKERTO - Sejumlah dinding penahan tanggul rusak diterjang derasnya aliran Sungai Brangkal, tepatnya di Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto, Jawa Timur.

Debit air Sungai Brangkal seketika meluap karena dipicu hujan intensitas tinggi yang mengguyur semalam.

Selain mengakibatkan kerusakan dinding tanggul, luapan air sungai sempat merendam sebagian permukiman penduduk.

Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Mojokerto, Muhammad Zaini menjelaskan, berdasarkan peninjauan di lapangan, terdapat dua dinding tanggul rusak di aliran Sungai Brangkal, yaitu di jalan Dusun/Desa Jampirogo dan Dusun Kedungpring, Desa Jampirogo, Kecamatan Sooko, Kabupaten Mojokerto.

"Dinding penahan rusak terkena aliran Sungai Brangkal dan kerusakannya mencapai panjang 20 meter dan lebar 1,5 meter," ungkapnya di Kantor BPBD Kabupaten Mojokerto, Senin (15/2/2021).

Zaini menyebut, perbaikan dinding penahan tanggul sungai harus segera dilakukan untuk mengantisipasi hujan intensitas tinggi yang memicu meluapnya air Sungai Brangkal.

Baca juga: Perayaan Imlek 2021 di Klenteng Hok Sian Kiong Kota Mojokerto Saat Pandemi Covid-19, Ada Pembatasan

Baca juga: Pemkot Siap Gelontor Rp 4 M untuk Kampung Tangguh di Surabaya: Penanganan Covid-19 Butuh Kecepatan

Pasalnya, jika tidak kunjung diperbaiki, dikhawatirkan akan menambah parah kerusakan dinding tanggul dan luapan air sungai berpotensi dapat meluber ke permukiman warga setempat.

Apalagi, aliran Sungai Brangkal menyebabkan erosi pada dinding penahan tanggul di Dusun/Desa Jampirogo yang berpotensi merusak jalan desa sepanjang 100 meter.

Masyarakat setempat memasang bambu sebagai penanda jalan desa yang rusak terkena erosi sungai.

Halaman
12
Penulis: Mohammad Romadoni
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved