Polres Sumenep Tahan Subiyakto Dalam Kasus Penganiayaan, Disparbudpora Ungkap Fakta Lain

Dinas Pariwisata, Kebudayan, Pemuda Dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep merespon tidak masuk kerjanya  Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan

Penulis: Ali Hafidz Syahbana | Editor: Januar
Ilustrasi penganiayaan di Sumenep Madura 

Reporter : Ali Hafidz Syahbana | Editor: Januar AS

TRIBUNJATIM.COM, SUMENEP - Dinas Pariwisata, Kebudayan, Pemuda Dan Olahraga (Disparbudpora) Kabupaten Sumenep merespon tidak masuk kerjanya  Kepala Bidang (Kabid) Pemuda dan Olahraga, Subiyakto setelah jadi tersangka dan ditahan polisi dalam dugaan kasus penganiayaan.

Subiyakto tidak masuk kantor terhitung sejak tanggal 3 februari 2021, karena dijemput paksa di ruang kerjanya sehari sebelumnya, yakni tanggal 2 februari 2021 oleh Tim Resmob Polres Sumenep.

"Terkait Subiyakto sudah ada pemberitahuan dari pihak Polres Sumenep melalui surat pada kami, bahwa (Subiyakto) telah dilakukan penahanan," kata Sekretaris Disparbudpora Sumenep, Imam Buchori pada TribunMadura.com, Rabu (17/2/2021).

Baca juga: Apresiasi Rehabilitasi Pasar Desa Purwodadi Pasuruan, DPRD Dorong Konsistensi Pemkab

Surat resmi pemberitahuan dari Polres Sumenep terkait penahanan terhadap oknum PNS tersebut katanya, pihaknya langsung melakukan tembusan pada Bupati Sumenep, BKPSDM dan Inspektorat setempat.

"Jadi selama itu yang bersangkutan tidak masuk kantor, tertanggal 5 februari 2021," kata Imam Buchori.

Imam Buchori mengaku, dalam perkara yang membelit Subiyakto pihaknya tidak bisa mengambil kesimpulan apapun karena berkaitan dengan hukum.

"Karena masih belum keputusan yang inkrah," katanya.

Untuk diketahui, Subiyakto, Kepala Bidang Pemuda dan Olahraga di Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga Sumenep, resmi ditahan Polres Sumenep

Warga Perumahan Satelit itu sebagai tersangka dalam kasus dugaan penganiayaan Alwi Bil Faqih (29), warga Desa Pangarangan, Kecamatan Kota Sumenep.

"Iya benar. Tersangka sudah kami tahan di Polres, setelah kami lakukan penjemputan," kata Kasat Reskrim Polres Sumenep, AKP Dhany Rahadian Basuki, Rabu (3/2/2021).

Menurut Dhany, pihaknya sebenarnya telah memberikan kelonggaran untuk upaya damai antara tersangka dan korban. Namun upaya upaya itu tidak membuahkan hasil. Korban menolak untuk berdamai dan tetap meminta maaf agar tersangka menunjukkan.

"Sudah kami beri waktu seminggu untuk damai. Sepertinya korban ini sudah tidak ada kata maaf ke tersangka. Tidak mungkin kami molor-molor lagi waktunya. Pasti korban bertanya-tanya, kenapa kok tidak tahu?," ungkapnya.

Pada Selasa (2/2/2021), Tim Resmob Polres Sumenep melakukan penjemputan terhadap Subiyakto di Kantor Dinas Pariwisata Kebudayaan Pemuda dan Olah Raga. 

Halaman
12
Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved