Pembahasan Pembangunan Jembatan Jeli yang Putus Tahun 2017 Tunggu Bupati Kediri Baru

Pembahasan soal pembangunan Jembatan Jeli yang putus tahun 2017 masih menunggu bupati Kediri baru. Jembatan itu terletak di perbatasan Tulungagung.

Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
Jembatan bailey yang dipasang di atas Jembatan Jeli yang ambruk di perbatasan Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Kediri, 2020. 

Peran jembatan ini akan semakin vital, sebab pengembangan strategis ke depan ada di barat Sungai Brantas.

Karena itu mobilitas di jalur barat ini juga harus lancar.

“Keberadaannya sangat strategis, karena wilayah barat Sungai Brantas ke depan harus berkembang,” tegasnya.

Baca juga: Pemuka Agama Tulungagung Dipukul di Masjid Berasal dari Organisasi yang Sama dengan Terduga Pemukul

Baca juga: Sempat Wacanakan Sekolah Tatap Muka Saat Zona Oranye Covid-19, Pemkab Ponorogo Terbentur PPKM Mikro

Dinas PUPR Tulungagung telah melangkah dengan mengajukan Rencana Anggaran Biaya (RAB) ke pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Harapannya Pemprov Jawa Timur membantu pembangunan Jembatan Jeli lewat Bantuan Keuangan (BK).

Estimasi jembatan baru ini sebesar Rp 50 miliar, dengan konstruksi baja seperti Jembatan Ngujang 2.

Rencana jembatan selebar 8-9 meter, sehingga memudahkan kendaraan berpapasan.

Baca juga: Pekerjaan Interior Berhenti Akibat Pandemi Covid-19, Pria di Blitar Raup Untung dari Limbah Kayu

Baca juga: PPKM Mikro di Kota Kediri Mengedukasi Masyarakat Agar Tak Beri Stigma Negatif pada Pasien Covid-19

Sedangkan saat ini jembatan bailey yang dipasang hanya selebar 4 meter, sehingga tidak bisa dipakai berpapasan dari dua arah.

Karena itu jembatan sementara ini diberlakukan sistem buka tutup, dan dijaga oleh warga.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved