Pembahasan Pembangunan Jembatan Jeli yang Putus Tahun 2017 Tunggu Bupati Kediri Baru

Pembahasan soal pembangunan Jembatan Jeli yang putus tahun 2017 masih menunggu bupati Kediri baru. Jembatan itu terletak di perbatasan Tulungagung.

Penulis: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/DAVID YOHANES
Jembatan bailey yang dipasang di atas Jembatan Jeli yang ambruk di perbatasan Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Kediri, 2020. 

Reporter: David Yohanes | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, TULUNGAGUNG - Hingga kini, Jembatan Jeli yang putus diterjang banjir tahun 2017 belum juga diperbaiki.

Jembatan yang tepat di perbatasan Kabupaten Tulungagung dan Kabupaten Kediri ini masih menggunakan jembatan bailey.

Hingga kini belum ada kepastian, kapan jembatan tersebut dibangun dengan konstruksi permanen.

“Kami tadi sudah membicarakannya dengan Pak Maryoto (Bupati Tulungagung). Masih harus menunggu bupati Kediri yang baru,” ujar Wakil Gubernur Jawa Timur, Emil Elestianto Dardak, saat di SMKN 1 Pagerwojo, Rabu (17/2/2021).

Menurut Emil, jembatan itu berada di ruas jalan masing-masing kabupaten, bukan di jalan provinsi.

Lokasi jembatan tepat berada di ujung masing-masing jalan dua kabupaten.

Baca juga: Jembatan Karangrejo Tulungagung Belum Bisa Dilalui Mobil Barang, Rp 1,5 M Diusulkan untuk Perbaikan

Baca juga: Pohon Tumbang di Jalan Tenes Kota Malang, Tujuh Sepeda Motor Rusak Tertimpa

Karena itu, butuh pembahasan antara bupati Tulungagung dan bupati Kediri.

“Sebentar lagi Mas Dito (Bupati Kediri terpilih) kan akan dilantik,” sambung Emil.

Kedua kepala daerah diharapkan bisa menemukan solusi pembangunan jembatan ini.

Sebab keberadaan jembatan ini sangat vital bagi mobilitas warga.

Salah satunya jalur alternatif antara kedua kabupaten, sehingga tidak menumpuk di jalan utama di timur.

Baca juga: Sebagian Besar Petani, Korban Tanah Longsor di Nganjuk Dapat Bantuan Pupuk Non Subsidi

Baca juga: Kasus Covid-19 di Tulungagung Mulai Terkendali, Tidak Ada RT Masuk Zona Oranye

“Siapa pemilik jembatan itu, atau malah berbagi peran silakan dibicarakan. Nanti apa yang bisa dilakukan provinsi untuk membantu,” sambung Emil.

Jembatan Jeli disebut juga Jembatan Ngadi, karena sisi utara masuk Desa Ngadi, Kecamatan Mojo, Kabupaten kediri.

Peran jembatan ini akan semakin vital, sebab pengembangan strategis ke depan ada di barat Sungai Brantas.

Karena itu mobilitas di jalur barat ini juga harus lancar.

“Keberadaannya sangat strategis, karena wilayah barat Sungai Brantas ke depan harus berkembang,” tegasnya.

Baca juga: Pemuka Agama Tulungagung Dipukul di Masjid Berasal dari Organisasi yang Sama dengan Terduga Pemukul

Baca juga: Sempat Wacanakan Sekolah Tatap Muka Saat Zona Oranye Covid-19, Pemkab Ponorogo Terbentur PPKM Mikro

Dinas PUPR Tulungagung telah melangkah dengan mengajukan Rencana Anggaran Biaya (RAB) ke pemerintah Provinsi Jawa Timur.

Harapannya Pemprov Jawa Timur membantu pembangunan Jembatan Jeli lewat Bantuan Keuangan (BK).

Estimasi jembatan baru ini sebesar Rp 50 miliar, dengan konstruksi baja seperti Jembatan Ngujang 2.

Rencana jembatan selebar 8-9 meter, sehingga memudahkan kendaraan berpapasan.

Baca juga: Pekerjaan Interior Berhenti Akibat Pandemi Covid-19, Pria di Blitar Raup Untung dari Limbah Kayu

Baca juga: PPKM Mikro di Kota Kediri Mengedukasi Masyarakat Agar Tak Beri Stigma Negatif pada Pasien Covid-19

Sedangkan saat ini jembatan bailey yang dipasang hanya selebar 4 meter, sehingga tidak bisa dipakai berpapasan dari dua arah.

Karena itu jembatan sementara ini diberlakukan sistem buka tutup, dan dijaga oleh warga.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved