Breaking News:

Tanah Longsor di Nganjuk

Pencarian Korban Tanah Longsor di Nganjuk Hari Ketiga Terhambat Hujan, 6 Korban Belum Ditemukan

Update pencarian korban tanah longsor di Nganjuk pada hari ketiga terhambat hujan, 6 korban hingga saat ini belum ditemukan.

TRIBUNJATIM.COM/ACHMAD AMRU MUIZ
Tim gabungan berbagai unsur instansi dan relawan di Kabupaten Nganjuk melakukan pembersihan material tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, untuk mencari warga yang belum ditemukan dan diduga tertimbun tanah, Senin (15/2/2021). 

Reporter: Achmad Amru Muiz | Editor: Dwi Prastika

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Satu korban tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, ditemukan, Rabu (17/2/2021).

Namun identitas korban meninggal dunia berjenis kelamin laki-laki tersebut masih dalam proses identifikasi Tim DVI Polda Jatim.

Ketua Posko Tanggap Darurat Tanah Longsor Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Nganjuk, Letkol Inf Georgius Luky Ariesta menjelaskan, upaya pencarian warga hilang tertimbun tanah longsor pada hari ketiga dilakukan maksimal.

Semua tim pencarian yang dibagi dalam sektor A dan sektor B berupaya keras untuk menemukan korban.

"Tetapi cuaca hari ini kurang mendukung upaya pencarian, karena pukul 11.30 WIB di lokasi sudah turun hujan lebat sehingga seluruh tim pencarian sementara ditarik untuk menghindari hal yang tidak kita semua inginkan," kata Letkol Inf Georgius Luky Ariesta dalam rapat koordinasi dan evaluasi penanganan bencana tanah longsor, Rabu (17/2/2021) petang.

Baca juga: Dua Alternatif Tempat Relokasi Korban Tanah Longsor di Nganjuk, Lahan Dinas PUPR atau Perhutani

Baca juga: Sebagian Besar Petani, Korban Tanah Longsor di Nganjuk Dapat Bantuan Pupuk Non Subsidi

Dijelaskan Letkol Inf Georgius Luky Ariesta, untuk proses pencarian warga hilang di hari berikutnya akan dilakukan lebih maksimal lagi. Dengan mengerahkan seluruh personel tim gabungan dan relawan menuju ke lokasi secara serentak. Ini dikarenakan dalam proses pencarian hari ini ada kendala personel kurang cepat berangkat ke lokasi karena angkutan terlambat.

"Mudah-mudahan besok kita bisa lebih maksimal dalam upaya pencarian enam korban yang masih belum ditemukan. Dan semuanya bisa secepatnya ditemukan," ucap Georgius Luky Ariesta.

Dengan adanya tambahan satu korban yang ditemukan, kata Georgius, jumlah korban meninggal dunia akibat tanah longsor di Dusun Selopuro mencapai 13 korban.

Baca juga: Cegah Longsor dan Banjir di Madiun, Pemkab Akan Tanam Akar Wangi di Sejumlah Lahan Kritis

Baca juga: Sempat Wacanakan Sekolah Tatap Muka Saat Zona Oranye Covid-19, Pemkab Ponorogo Terbentur PPKM Mikro

Korban ditemukan selamat dua orang, dan belum ditemukan sebanyak enam orang.

Menyikapi banyaknya bantuan yang datang dari berbagai pihak untuk korban bencana tanah longsor, tim posko sudah memutuskan untuk dipusatkan di Balai Desa Kuncir, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk.

Hal itu dikarenakan tempat penampungan bantuan yang ada di Posko Desa Ngetos sudah overload.

Rakor dan evaluasi Posko Tanggap Darurat tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Rabu (17/2/2021).
Rakor dan evaluasi Posko Tanggap Darurat tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Rabu (17/2/2021). (TRIBUNJATIM.COM/ACHMAD AMRU MUIZ)

Dengan teknis apabila tempat bantuan di lokasi bencana sudah kembali tersedia, maka bantuan yang ada di Balai Desa Kuncir bisa diambil dan dibawa untuk disalurkan kepada warga terdampak bencana tanah longsor.

"Tentunya kami berterima kasih atas bantuan yang datang dari berbagai pihak untuk korban tanah longsor di Dusun Selopuro. Dan kamipun minta doa semua masyarakat agar pencarian warga hilang tertimbun tanah longsor bisa segera ditemukan," tutur Georgius.

Baca juga: Jalankan Instruksi KPK, Pemkab Tulungagung Kebut Sertifikasi Aset Tanah Hingga Tahun 2023

Baca juga: Pembahasan Pembangunan Jembatan Jeli yang Putus Tahun 2017 Tunggu Bupati Kediri Baru

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Dwi Prastika
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved