Pengembangan Wisata Heritage Bondowoso Terhalang Anggaran, Dindikbud Imbau Masyarakat Turut Berperan

Pengembangan wisata heritage di Bondowoso terhalang anggaran, Dindikbud mengimbau pada masyarakat agar turut berperan mandiri.

Penulis: Danendra Kusuma | Editor: Dwi Prastika
TRIBUNJATIM.COM/DANENDRA KUSUMA
Bangunan peninggalan Belanda di Bondowoso, Guest House Jampit, Rabu (17/2/2021). 

"Yang terpenting adalah menciptakan embrio terlebih dahulu di kalangan masyarakat. Bila pengelolaan bangunan kuno jadi tempat wisata oleh masyarakat menjamur, bantuan dari pemerintah pusat akan berdatangan. Kalau bergantung pada anggaran Pemkab Bondowoso tentu sulit," terangnya.

Sementara itu, terkait penyelamatan, Dindikbud Bondowoso mengutamakan bangunan Belanda aset pemerintah. Kemudian, disusul dengan bangunan Belanda milik perusahaan.

Baca juga: Apresiasi Rehabilitasi Pasar Desa Purwodadi Pasuruan, DPRD Dorong Konsistensi Pemkab

Baca juga: Prakiraan Cuaca Jawa Timur, Hujan Akan Turun Seharian di Hampir Seluruh Kabupaten/Kota

Lagi-lagi hal itu disebabkan biaya revitalisasi bangunan kuno membutuhkan anggaran cukup besar. Ada teknik khusus saat proses revitalisasi, tak boleh serampangan agar bentuk bangunan tetap terjaga keasliannya.

"Bangunan Belanda yang dihuni masyarakat lebih sulit direvitalisasi. Sebab, harus ada ganti rugi. Maka, kami meminta masyarakat juga turut menjaganya," terangnya.

Berdasar pantauan TribunJatim.com, beberapa bangunan peninggalan Belanda terabaikan. Karena termakan usia, bangunan itu rusak di bagian tembok maupun atapnya.

Di sisi lain, dalam literatur sejarah, pada abad 18, Belanda membangun komplek kantor pemerintahan di Bondowoso.

Baca juga: Jatim Akan Kembangkan Geothermal Gunung Arjuno dan Welirang, Sudah Dibahas dengan Gubernur Khofifah

Baca juga: Kambing Warga Bondowoso Kembali Dapat Serangan Misterius, Plt Kades: Seolah Tahu Kandang Tak Dijaga

Kemudian pada abad 19, Belanda mengembangkan usaha di sektor perkebunan.

Tak pelak, di wilayah Ijen dan Sumberwringin sering dijumpai kantor perkebunan peninggalan Belanda.

Sumber: Tribun Jatim
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved