Breaking News:

Vaksin tahap Kedua Untuk Pekerja Publik Demi Kendalikan Covid-19 di Indonesia

Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk pekerja publik telah dimulai 17 Februari 2021 dan diharapkan selesai pada Mei mendatang.

freepik.com
Ilustrasi vaksin Covid-19 

Penulis : Yoni Iskandar | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, JAKARTA - Vaksinasi Covid-19 tahap kedua untuk pekerja publik telah dimulai 17 Februari 2021 dan diharapkan selesai pada Mei mendatang.

Kelompok masyarakat ini masuk dalam prioritas vaksinasi tahap kedua lantaran, termasuk kelompok yang memiliki interaksi dan mobilitas yang tinggi, sehingga sangat rentan terpapar virus Corona atau Covid-19.

Menurut Ketua Komisi Nasional KIPI (Kejadian Ikutan Pasca Imunisasi), Prof Hindra Irawan Satari, prioritas pada pekerja publik memiliki alasan kuat.

“Apabila mereka terlindungi lewat vaksinasi, maka laju penyebaran virus dapat diturunkan, sekaligus mengurangi beban rumah sakit serta membantu tenaga kesehatan,” ujar Prof Hindra Irawan Satari yang akrab dipanggil Hinki.

Di program vaksinasi tahap kedua, pemerintah memprioritaskan vaksinasi untuk pedagang karena mereka paling sering berinteraksi dengan konsumen.

Selain itu, TNI dan Polri, guru juga mendapat vaksin. Ini tujuannya guru agar membantu murid-murid yang tidak dapat belajar online/virtual dapat segera melakukan proses belajar dan mengajar secara tatap muka.

Baca juga: Lama Nikah, Alyssa Soebandono Bongkar Sifat Dude Harlino yang Tak Diduganya: Tak Berarti Untukmu

Baca juga: Apa Itu Perayaan Cap Go Meh? Momen Jatuh 26 Februari 2021, Lontong dan Onde-onde Jadi Makanan Khas

Baca juga: Kisah Nyeleneh Tain si Miliarder Baru Tuban, Dapat Rp 9,7 Miliar Tapi Kekeuh Tak Mau Beli Mobil Baru

Kelompok lain yang menjadi prioritas berikutnya, adalah TNI, Polri, serta kelompok pekerja keamanan.

Mereka dianggap berperan penting dalam membantu meningatkan proses tracing (penelusuran kontak) sehingga dapat menentukan langkah yang diperlukan sejak dini untuk menurunkan laju penyebaran virus.

Kelompok lainnya adalah pekerja transportasi publik terdiri dari antara lain pekerja tiket dan masinis kereta api, supir dan kernet bus, pekerja bandara, pilot, pramugari, pekerja pelabuhan, supir taksi, dan juga ojek online.

Halaman
123
Penulis: Yoni Iskandar
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved