Breaking News:

Cegah Banjir, Pemkab Pasuruan Bersih - Bersih Sungai

Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama para relawan bergotong - royong membersihkan sungai Magersari di Desa Kedawung, Kecamatan Grati,

(Surya/Galih Lintartika)
Alat berat diterjunkan di Sungau Magersari, Desa Kedawung, Kecamatan Grati. 

Reporter : Galih Lintartika | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, PASURUAN - Pemerintah Kabupaten Pasuruan bersama para relawan bergotong - royong membersihkan sungai Magersari di Desa Kedawung, Kecamatan Grati, Kabupaten Pasuruan, Jumat (19/2/2021).

Dalam pembersihan sungai kali ini, Pemkab menurunkan satu alat berat eksavator dan dua unit dump truk. Peralatan ini digunakan untuk mengangkut sampah - sampah, lumpur dan lainnya dari sungai ini.

Kepala Dinas Sumber Daya Air dan Tata Ruang Kabupaten Pasuruan Misbah Zunib mengatakan, pembersihan sungai meliputi pengerukan lumpur serta pengambilan seluruh sampah kayu, sisa pepohonan dan sampah.

“Kami bersih - bersih kayu-kayu dan sampah yang tersangkut di jembatan magersari. Dalam proses kali ini, kami juga dibantu tenaga oleh warga setempat,” kata Misbah, sapaan akrab Kepala Dinas ini.

Dijelaskannya, pembersihan tersebut dilakukan setelah tumpukan sampah menutupi jembatan ini sehari sebelumnya. Warga khawatir tumpukan sampah yang menyangkut di jembatan membuat aliran air tersumbat.

Baca juga: Sinopsis Ikatan Cinta 19 Februari 2021 Al Tahu Reyna Anak Nino, Preman Suruhan Elsa Ditangkap Rendy?

Baca juga: Filosofi Hidup Gus Baha : Hidup Itu Asal Tidak Maksiat, Kurang Alim Bila Kiai Tak Bisa Guyon

Baca juga: VIRAL Foto Nissa Sabyan dengan Mulan Jameela, Jadi Sorotan karena Skandal Perselingkuhan dan Pelakor

“Warga sudah swadaya membersihkan sekitar jembatan. Dari situ, kami juga sudah berkoordinasi untuk segera mengambil langkah pembersihan sampah dan pengerukan sungai,” jelasnya kepada TribunJatim.com.

Setelah dibersihkan, kata dia, seluruh tumpukan sampah maupun lumpur langsung dibuang ke tempat yang lokasinya jauh dari permukiman warga dengan harapan material tersebut tak lagi memasuki sungai.

“Kita buang di tempat yang jauh dari sungai, dan semuanya sudah selesai dalam satu hari saja. Sebenarnya, sungai ini kewenangan provinsi, tapi sebagai pemerintah daerah, kami punya tanggung jawab moral," sambung dia kepada TribunJatim.com.

Ia menginginkan, pemerintah bisa hadir memberikan keamanan dan kenyamanan warga sekitar aliran sungai ini. Maka dari itu, pihaknya langsung bergegas mengambil langkah pengerukan.

Sementara itu, selain bersih - bersih Sungai Magersari, pihaknya bersama warga juga sudah melakukan normalisasi Sungai Rejoso sepanjang 10 kilometer. Kegiatan tersebut sudah dilakukan sejak 3 bulan lalu.

Penulis: Galih Lintartika
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved