Breaking News:

Operasi Pencarian Warga Hilang Akibat Tanah Longsor Di Nganjuk Resmi Selesai

Operasi pencarian warga hilang di tanah longsor Dusun Selopuro Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk resmi ditutup.

TRIBUNJATIM.COM/ACHMAD AMRU MUIZ
Kapolda Jatim, Irjen Pol Nico Afinta bersama Pangdam V Brawijaya, Mayjen TNI Suharyanto didampingi Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat meninjau lokasi bencana tanah longsor di Dusun Selopuro, Desa Ngetos, Kecamatan Ngetos, Kabupaten Nganjuk, Rabu (17/2/2021). 

Reporter : Achmad Amru Muiz | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, NGANJUK - Operasi pencarian warga hilang di tanah longsor Dusun Selopuro, Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Kabupaten Nganjuk resmi ditutup.

Ini setelah satu warga yang hilang telah berhasil ditemukan tim Basarnas dan dievakuasi ke Puskesmas Ngetos untuk di otopsi sebelum dimakamkan.

Bupati Nganjuk, Novi Rahman Hidhayat mengatakan, pencarian warga yang hilang akibat tanah longsor tersebut berdasarkan laporan data dari Kepala Desa Ngetos dan masyarakat. Siapa saja dan berapa jumlahnya yang hilang itu informasi dari masyarakat.

"Dengan demikian setelah 21 warga hilang ditemukan dengan kondisi dua selamat dan 19 meninggal dunia maka operasi pencarian resmi dihentikan dan ditutup hari ini," kata Novi Rahman Hidhayat, Jumat (19/2/2021).

Dikatakan Novi Rahman Hidhayat, sesuai peraturan yang ada operasi tanggap darurat pencarian warga hilang akibat bencana alam selama 14 hari.

Baca juga: Kaji Mbing Gelar Pembacaan Surat Yasin Sejuta Kali untuk Mengusir Virus Covid-19 

Baca juga: Plengsengan Ambrol, Jembatan Penghubung antarkampung di Pusat Kota Trenggalek Ditutup

Baca juga: Breaking News, Paslon Eri Cahyadi-Armuji Resmi Ditetapkan Jadi Pemenang Pilkada Surabaya 2020

Akan tetapi, dalam operasi pencarian warga yang hilang di lokasi tanah longsor Dusun Selopuro Desa Ngetos Kecamatan Ngetos Kabuaten Nganjuk selama lima hari ternyata warga hilang sudah ditemukan semuanya maka operasi pencarian selesai.

"Ini berkat kerjasama yang maksimal dan saling mendukung antar semua pihak yang cukup baik dalam operasi SAR. Kami ucapkan terima kasih atas kinerja maksimal tersebut sehingga warga kami yang hilang akibat tanah longsor ditemukan semuanya," ucap Novi Rahman Hidhayat kepada TribunJatim.com.

Selanjutnya, ungkap Novi Rahman Hidhayat, untuk penanganan tanah longsor berikutnya, akan dilakukan secara teknis oleh Pemkab Nganjuk.

Termasuk rencana akan dilakukan penghijauan di lokasi tanah longsor. Dan yang pasti, area lokasi tanah longsor ditutup total dan tidak boleh ada aktifitas kegiatan masyarakat apapun bentuknya. Selain itu, seluruh rumah yang masih ada dan berdiri di sekeliling lokasi longsor juga tidak boleh digunakan kembali. Ini dikarenakan area tersebut masuk kawasan bahaya longsor susulan dengan adanya retakan tanah dilereng bukit yang dimungkinkan sebagai retakan lanjutan.

 

"Makanya, masih adanya potensi longsor harus terus diwaspadai. Jangan sampai kembali menjadi musibah yang menimbulkan korban jiwa," tandas Novi Rahman Hidhayat.

Untuk semua warga terdampak longsor sebanyak 55 KK, menurut Novi Rahman Hidhayat, sudah dipersiapkan tempat relokasi di lahan milik Perhutani dan akan secepatnya dibangun unit rumah untuk warga.

Sedangkan untuk bantuan yang terus mengalir untuk korban longsor, tambah Novi Rahman Hidhayat, akan terus digunakan untuk membantu warga terdampak longsor Dusun Selopuro Desa Ngetos Kabupaten Nganjuk. Dimana teknis penyaluran dan pengaturan bantuan ditangani sepenuhnya oleh Dinas Sosial Kabupaten Nganjuk.

"Yang jelas, kami tidak ingin warga terdampak longsor terlunta-lunta. Makanya Pemkab akan terus membantu mereka," tutur Novi Rahman Hidhayat.

Penulis: Achmad Amru Muiz
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved