Breaking News:

PPKM Berbasis Mikro Efektif Menekan Penyebaran Covid-19 di Kota Kediri

PPKM berbasis mikro yang telah berjalan sepekan lebih efektif menekan penyebaran Covid-19 di Kota Kediri.

(Surya/Didik Mashudi)
Pejabat Forkompinda Kota Kediri mendatangi Kantor PMI memberi suport kepada penyintas Covid 19 donor plasma darah konvalesen. 

Reporter : Didik mashudi | Editor : Yoni Iskandar

TRIBUNJATIM.COM, KEDIRI - Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM) selama dua periode dan PPKM berbasis mikro yang telah berjalan sepekan lebih efektif menekan penyebaran Covid-19 di Kota Kediri.

Wali Kota Kediri Abdullah Abu Bakar saat menyampaikan evaluasi menyebutkan, saat ini terpantau ada penurunan kasus dan zona kuning turun menjadi 38 wilayah RT.

Diakuinya, penambahan konfirmasi baru harian masih ada namun tidak sebanyak beberapa bulan lalu. Penambahan kasus ini diiringi dengan penambahan pasien sembuh.

Pada kasus aktif sudah terjadi penurunan. Bahkan pada 14 Februari 2021 jumlah kasus aktif terendah sejak 13 Mei 2020 yaitu sebanyak 8 kasus aktif.

"Saat ini penambahan kasus konfirmasi positif hanya satu digit. Tidak seperti bulan-bulan lalu yang selalu dua digit," ungkap Abdullah Abu Bakar, Jumat (19/2/2021).

Baca juga: MCW Sebut Kinerja Pemkot Batu dalam Pelayanan Publik Semu dan Dilebih-lebihkan

Baca juga: Dikira Tikus Mati, Pria asal Surabaya Tewas di Dalam Rumah di Gresik, Warga Sampai Geger

Baca juga: Sudah Sebulan Ayus Sabyan Minggat dari Rumah Ririe Fairus, Kabur dari Sidang Cerai? Nissa Hilang

Wali Kota Kediri menjelaskan pada awal pemberlakuan PPKM pada 11 Januari 2021 kasus aktif di Kota Kediri 5,42 persen.
Data tanggal 18 Februari i 2021 tingkat kasus aktif di Kota Kediri kurang dari 1 persen yakni sebesar 0,88 persen.

“Untuk tingkat kesembuhan pada 11 Januari 2021 sebesar 85,47 persen. Pada tanggal 18 Februari 2021 tingkat kesembuhan naik menjadi 89,39 persen,” jelasnya kepada TribunJatim.com.

Diungkapkan strategi yang diterapkan Kota Kediri pada PPKM dan PPKM berbasis mikro berdampak baik secara langsung maupun tidak langsung.

Upaya itu ditambah dengan inovasi yang dilakukan Kota Kediri untuk mendukung pelaksanaan PPKM dan PPKM berbasis mikro, seperti SIGAP dan Gerakan Donor Plasma Konvalesen (Gedor Pasen). “Semoga semua ikhtiar yang dilakukan bersama ini bisa mengakhiri pandemi,” ungkapnya.

Aplikasi SIGAP bisa mengidentifikasi tempat-tempat yang berpotensi terjadinya kerumunan untuk kemudian segera dilakukan penelusuran oleh 3 pilar.

Selain itu, aplikasi SIGAP juga menampilkan peta pelaporan dan peta potensi kerumunan untuk mempermudah petugas dalam melakukan penelusuran.

Kota Kediri juga membuat aplikasi yang terhubung dengan laboratorium klinik yang melayani tes rapid secara mandiri di Kota Kediri.

Hasil laporan dari laboratorium ini kemudian akan ditindaklanjuti oleh tenaga kesehatan Kota Kediri. Sehingga akan membentuk sebuah standar hasil rapid antigen positif yang diberlakukan sama dengan kasus terkonfirmasi positif dari hasil tes swab.

Penulis: Didik Mashudi
Editor: Yoni Iskandar
Sumber: Tribun Jatim
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved